Mario Mandzukic Gantung Sepatu, Simak Prestasi dan Perjalanan Kariernya

  • Whatsapp
Penyerang asal Kroasia Mario Mandzukic, memutuskan gantung sepatu atau pensiun dari dunia sepak bola. | Foto: Tangkap Layar Instagram @mariomandzukic
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Kabar mengejutkan muncul dari dunia sepakbola. Penyerang asal Kroasia Mario Mandzukic, memutuskan gantung sepatu atau pensiun dari dunia sepak bola.

Keputusan Mandzukic untuk pensiun dari sepak bola itu disampaikannya langsung melalui laman Instagram pribadi miliknya.

Baca Juga

Dalam unggahannya di Instagram pada Jumat 3 September 2021, Mandzukic menyertakan sepatu warna hitam yang selama ini digunakan dan telah menemaninya sepanjang karier dalam dunia sepakbola.

Ia menuliskan keterangan dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa atas perjalanan karier sepanjang ia menjadi pemain sepakbola.

Dengan diumumkannya pensiun dari dunia sepakbola tersebut, Mario Mandzukic secara resmi gantung sepatu pada usia 35 tahun.

Sepanjang perjalanan karier sepakbolanya, ia telah menorehkan berbagai prestasi.

Kiprah atau karier sebagai pemain pemain sepakbola telah lama ia geluti. Bahkan sejak dirinya masih berusia muda, karier sepakbola pada saat masih muda ia pernah memperkuat TSF Ditzingen Junior.

Setelah itu, dirinya memulai karier sepakbola profesionalnya dengan bergabung pada tim NK Zagreb pada tahun 2005. Penampilan gemilangnya membuat Mandzukic dibeli Dinamo Zagreb pada tahun 2008.

Tak lama setelahnya, Mandzukic berpindah ke klub asal Jerman yaitu Vfl Wolfsburg pada tahun 2010.

Mario Mandzukic juga sempat membela klub-klub kenamaan di Benua Eropa, diantaranya klub raksasa Liga Jerman, Bayern Muenchen, pada 2012-2014.

Bersama Bayern, Mandzukic membuat prestasi gemilang dengan mencatatkan 48 gol dan meraih dua gelar Bundesliga serta satu trofi Liga Champions.

Setelah merasakan kesuksesan bersama Bayern, Mandzukic hengkang ke klub peserta Liga Spanyol, Atletico Madrid, pada Juli 2014. Tahun berikutnya ia memilih pindah ke Juventus.

Performa terbaik Mandzukic pulih selama bermain untuk Juventus. Berbagai gelar pun ia persembahkan, terhitung 4 gelar scudetto Serie A dan 3 gelar coppa Italia.

Pada tahun 2019 ia memutuskan untuk pindah ke klub Al-Duhail. Namun, karier bersama klub Qatar itu tak bertahan lama.

Satu tahun kemudian, Mandzukic kembali ke Italia dan bergabung dengan AC Milan dan menakhiri karier di sana.

Di AC Milan, Mandzukic hanya memainkan 11 laga tanpa catatan gol maupun assist.

Dia kemudian resmi meninggalkan AC Milan pada akhir musim 2020-2021 dan bersatatus tanpa klub hingga memutuskan gantung sepatu.

Tak hanya pada level klub, Mandzukic juga memiliki karier di level tim nasional. Capaian terbaiknya bersama Timnas Kroasia terjadi pada Euro 2012, setelah itu ia memutuskan pensiun dari tim nasional.

Pemain kelahiran 21 Mei 1986 itu juga terlibat dalam perjalanan impresif timnas Kroasia di Piala Dunia 2018.

Dia membantu timnas Kroasia mencapai final sebelum takluk dari Perancis dan harus puas meraih gelar runner-up.

Selain memiliki prestasi bersama klub dan tim nasional, Mandzukic juga tercatat memiliki prestasi secara pribadi. Beberapa prestasi ia raih, berikut sederet prestasi pribadi yang ditorehkannya:

1. Sprtskenovosti Yellow Shirt Award pada 2009.

2. Croatia Best Player pada 2012.

3. Sprtskenovosti award for Sportsman of the year pada 2013.

4. Pride of Croatia pada 2013.

5. Most Successful Athlete and Teams pada 2017.

Itulah perjalanan karier dan deretan prestasi Mario Mandzukic yang mengumumkan diri pensiun dari dunia sepakbola di usia 35 tahun. ***

Berita Terkait

Google News