Memprihatinkan, Gedung Berusia 36 Tahun Tampung 181 Siswa SD

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Gedung SDN 15 Dampelas di Desa Lembah Mukti kondisinya sangat memprihatinkan. Meski nyaris roboh, sampai saat ini masih digunakan untuk aktifitas belajar mengajar. (Foto: Ist)

Donggala, Jurnalsulteng.com РGedung SDN 15 Dampelas yang berada di Desa Lembah Mukti, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala kondisinya sangat memprihatinkan. Gedung yang dibangun  Tahun 1980 ini belum pernah direhab. Padahal, hingga saat ini digunakan belajar oleh 181 siswa didik.

Hal ini sangat tidak berbanding lurus dengan program pemerintah Kabupaten Donggala yang tengah menggalakkan Donggala Kanamavali (Pintar).

Baca Juga:

Kepala SDN 15 Dampelas, Turmen, S.Pd mengaku sangat khawatir dengan kondisi gedung yang terdiri dari tiga ruang belajar tersebut.

“Proses belajar mengajar masih tetap berlangsung meski kondisinya memprihatinkan. Kami berharap ini menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Donggala,” katanya pada pertemuan dalam rangka reses masa sidang ke II, Anggota DPRD Kabupaten Donggala, dari Partai Demokrat Arifhatba, Kamis (25/8/2016).

Advertisements

Dalam pertemuan reses yang dihadiri ratusan warga Lembah Mukti itu juga disampaikan, kerusakan dari tahun ke tahun semakin parah. Hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa – siswi yang sedang melakukan aktifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Anggota DPRD Kabupaten Donggala dari Partai Demokrat Arifhatba, meninjau langsung dan melihat ruang belajar SDN 15 Dampelas saat melakukan reses masa sidang ke 2, Kamis (25/8/2016).

 

Menanggapi hal itu, sebagai wakil rakyat Arif usai pertemuan di balai desa langsung meninjau sekolah itu.

Arif mengaku sangat miris melihat kondisi bangunan yang temboknya sudah rontok dan nyaris habis karena dimakan usia. Selain tembok yang jebol semua, plafon juga sudah rontok dan atap banyak yang bocor.

“Saya akan perjuangkan masuk dalam pembahasan APBD 2017. Ini harus jadi prioritas untuk pembangunan sarana belajar di Tahun 2017,” ujar Arif.

Warga Lembah Mukti juga menginginkan penempatan tenaga didik disesuaikan dengan domisilinya. Sehingga secara moral tenaga didik yang mengajar memiliki tangungjawab yang lebih baik.

Dalam menyerap aspirasi warga di Desa Lembah Mukti, Arif juga menerima keluhan warga terutama minimnya alokasi pembangunan jalan utama di desa warga transmigran sejak Tahun 1978 itu.

Panjang jalan yang mencapai kurang lebih 13 KM dan kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan lebih mirip dengan sungai kering, karena sudah puluhan tahun tidak ada perbaikan.

Advertisements

“Seingat kami, terakhir diperbaiki secara total Tahun 1995. Tahun 2015 lalu ada perbaikan, tapi hanya 750 meter. Itu kan sangat minim dari total panjang jalan,” ujar warga.

Warga juga menyampaikan keluhan minimnya kuota pupuk yang tidak sebanding dengan luas lahan dan jumlah petani. Sementara di desa lain, pupuk untuk lahan pertanian dan perkebunan justeru melebihi kebutuhan.

Arif menyambut baik keluhan warga dan berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut pada instanai terkait.

“Soal pembangunan jalan, tahun ini sudah dianggarkan Rp3 miliar dan sekarang sementara proses tender. Dan Insya Allah tahun depan dapat tambahan anggaran. Karena memang harus bertahap, maka tahun depan saya upayakan pembangunannya dilanjutkan. Nanti akan saya usulkan dipembahasan APBD 2017,” kata Arif.

Arif juga mengatakan, inilah manfaat dari pertemuan reses. Sebagai wakil rakyat bisa mengetahui kebutuhan masyarakat, mana yang harus menjadi prioritas pembangunan.

Angota DPRD Donggala Arifhatba saat menerima aspirasi dalam kunjungan reses di Desa Lembah Mukti, Kamis (25/8/2016). (Foto:Ist)

Warga juga menyambut baik pertemuan dengan wakil rakyat dari Partai Demokrat itu. Selama ini, warga mengaku hanya dimanfaatkan untuk mendulang suara saat menjelang Pileg maupun Pilbup.

“Kami menyabut baik kunjungan reses ini. Jangan mendatangi kami saat kampanye saja, seperti anggota dewan yang lain. Kami berharap bapak Arif benar-benar memperjuangkan kebutuhan kami,” ujar salah satu warga pada pertemuan yang dihadiri Kepala Desa Lembah Mukti, I Ketut Murdana.

Diketahui, Desa Lembah Mukti selalu menjadi desa favorit saat kampanye, baik Pileg maupun Pilbup, karena memiliki wajib pilih hingga 1600an Daftar Pemilih Tetap (DPT). (***)





Rep/Red; Sutrisno

Advertisements

 

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News