Mendikbud: Maluku Paling Siap Diajak Memajukan Pendidikan

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Ambon, Jurnalsulteng.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia Timur.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bahwa Maluku menjadi propinsi prioritas dalam program pemerataan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

Baca Juga

“Saya melihat Maluku yang paling siap untuk diajak kerja keras memajukan pendidikan,” jelas dia dalam Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan dengan peserta dari Dinas Pendidikan dan Pengawas Sekolah di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku, Kamis (23/2/2017).

Dilanjutkannya, bahwa investasi di bidang pendidikan paling menguntungkan dibandingkan investasi di sektor lain. Karenanya Muhadjir berpesan kepada pemerintah daerah agar berani berinvestasi di sektor pendidikan.

“Kita yang mengelola pendidikan harus bisa memberikan keteladanan dalam moral dan integritas. Jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan dan jabatan,” pesan Mendikbud.

Dia juga menjelaskan rencana pemerintah menyediakan sekolah berasrama untuk wilayah yang memiliki kondisi geografis khusus seperti Maluku yang memiliki wilayah terpencil yang terpencar di berbagai pulau.

Menurut data Kemendikbud, beberapa kabupaten/kota di wilayah Maluku sudah menuntaskan wajib belajar sembilan tahun.

Ke depan, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad berharap agar Dinas Pendidikan dapat melakukan pendataan anak-anak usia sekolah yang tidak atau belum bersekolah, khususnya di wilayah terpencil.

“Kalau tidak ada sekolah, kami siap membantu membangun sekolahnya, nanti asramanya juga kami siapkan. Kami mohon agar KIP dapat didukung dan dikawal,” tutur Dirjen Hamid.

Dirjen Dikdasmen menyampaikan tiga hal yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pertama terkait pengelolaan Guru dan Kepala Sekolah. Hamid berharap agar Dinas Pendidikan dapat melakukan inventarisasi guru di perkotaan dan di wilayah terpencil. “Perhatikan kompetensi dan keterampilannya. Kepala Sekolah wajib dipilih melalui seleksi,” ujarnya.

Kedua terkait peningkatan fasilitas belajar. Pemerintah pusat akan meningkatkan kualitas  fasilitas pendidikan dasar di seluruh Indonesia. “Bayangkan, empat puluh persen SD tidak memiliki perpustakaan. Dan sekitar enam puluh persen tidak memiliki toilet yang layak. Kita akan fokus pada penyediaan kedua fasilitas itu,” ungkap Hamid.

Hal ketiga yang menjadi perhatian Kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah kualitas belajar dan mengajar. Hamid mendorong penguatan peran pengawas sekolah baik dalam pengawasan kualitas belajar dan kualitas kelembagaan pada satuan pendidikan.

Terkait penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang mengalihkan kewenangan pengelolaan pendidikan menengah dari pemerintah kabupaten/kota ke propinsi yang efektif berlaku pada tahun 2017, Dirjen Dikdasmen menyampaikan hal tersebut hendaknya tidak membatasi kebersamaan dalam memajukan pendidikan.

Senada dengan Dirjen Dikdasmen, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara Clemens Welafubun optimistis kerja sama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi akan memajukan pendidikan di Maluku. “Kita akan fokus pada penyiapan mutu lulusan yang siap bekerja di sektor-sektor prioritas (kelautan/perikanan dan pariwisata),” ujar Clemens. [***]

 

Source; Rmol.co

Berita Terkait

Google News