Mengenal Benzo, Obat Terlarang yang Dikonsumsi Millen Cyrus

  • Whatsapp
Ilustrasi Pixabay
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews –  Selebgram Millen Cyrus kembali tertangkap polisi lantaran kasus narkoba. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap keponakan Ashanty tersebut di sebuah kafe kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu 28 Februari 2021 dini hari.

Berdasarkan hasil tes urin, Millen disebut positif benzo. “Kami memeriksa seorang selebgram berinisial MC dan temannya. Dari hasil tes urine dan usap antigen, mereka positif benzo,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa.

Baca Juga

Selain Millen Cyrus, sejumlah selebriti lainnya pernah terjerat kasus penyalahgunaan narkotika jenis benzo ini. Di antaranya Lucinta Luna dan Roy Kiyoshi.

Lantas, apa itu benzo? Melansir iNews yang dikutip dari Medical News Today, benzo atau benzodiazepin adalah kelas obat psikoaktif yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk kecemasan dan insomnia.

Obat ini memiliki manfaat yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan kejang, mengendurkan otot, dan merangsang kantuk untuk tidur.

Benzodiazepine efektif mengobati berbagai gangguan psikologis dan neurologis. Mulai dari insomnia, gangguan kecemasan umum, kejang, serangan panik, dan kecanduan alkohol.

Beberapa efek samping penggunaan Benzodiazepine ini, yakni mengantuk, kebingungan, pusing, gemetar, gangguan koordinasi, masalah pengelihatan, pening, depresi, hingga sakit kepala.

Sementara itu, penggunaan jangka panjang benzodiazepin dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Ketergantungan tersebut dapat dimulai setelah menggunakan obat itu selama satu bulan, pada dosis tertentu.

Sebab, cara kerja benzo ini meningkatkan aktivitas zat kimia dalam tubuh yang disebut neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) atau asam gamma-aminobutirat.

Artinya, Benzo memengaruhi saraf pusat agar menghasilkan efek rasa tenang, hipnotik (menginduksi tidur), ansiolitik (anti-kecemasan), antikonvulsan, dan sifat relaksan otot.

Gejala kecanduan Benzodiazepin ini ditandai dengan sulit tidur, perasaan depresi, dan berkeringat.

Lebih lanjut, kecanduan obat terlarang ini juga dapat menyebabkan overdosis, depresi pada sistem saraf pusat, gangguan keseimbangan dan kontrol gerakan, serta bisa membuat pemakai bicara cadel.

Selain itu, sebuah tim peneliti dari Perancis dan Kanada menemukan, ada hubungannya antara penggunaan benzodiazepine dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer.

Dalam penelitian tersebut ditemukan, semakin besar dosis kumulatif Benzodiazepin seseorang, semakin tinggi risikonya terhadap Alzheimer. ***

Berita Terkait

Google News