Militer Myanmar Copot 24 Menteri, Joe Biden Ancam Sanksi Baru

  • Whatsapp
Presiden AS Joe Biden. | Foto: Twitter @POTUS
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengancam akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Myanmar. Ancaman itu menyusul kudeta yang dilakukan para pemimpin militer negara Asia Tenggara itu, pada Senin 1 Februari 2021 kemarin.

Biden juga menyerukan respons internasional bersama untuk menekan militer Myanmar agar melepaskan kekuasaan.

Baca Juga

“Komunitas internasional harus bersatu dalam satu suara untuk menekan militer Burma agar segera melepaskan kekuasaan yang telah mereka rebut,” kata Biden yang dikutip JurnalNews dari Channel News Asia, Selasa 2 Februari 2021.

“Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap Burma selama dekade terakhir berdasarkan kemajuan menuju demokrasi,” katanya dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama lama Myanmar.

“Pembalikan kemajuan itu akan membutuhkan peninjauan segera terhadap hukum dan otoritas sanksi kami, diikuti dengan tindakan yang sesuai.”

“Amerika Serikat akan membela demokrasi di mana pun ia diserang.”

Transisi Myanmar pada awalnya dilihat sebagai kisah sukses besar dari pemerintahan mantan presiden Barack Obama, di mana Biden menjabat sebagai wakil presiden, dengan negara yang ditempatkan secara strategis itu terlihat bergerak menuju demokrasi dan menjauh dari orbit China.

Tetapi pemimpin demokrasi Myanmar yang pernah menjadi ikon,  Aung San Suu Kyi menuai kritik Barat atas keengganannya untuk mengutuk pembunuhan massal Muslim Rohingya.

Berita Terkait

Google News