Mini Wedding

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
  • 45
    Shares

Oleh: Joko Intarto
Pandemi Covid-19 menghasilkan kreativitas baru di Bogor Barat. Hans, pengusaha cafe itu, memperkenalkan paket “mini wedding” yang menarik. Inilah model adaptasi bisnis yang perlu dicontoh.

Sudah lewat tengah malam. Hans tiba-tiba mengirim pesan melalui whatsapp. “Minta paket Zoom Weddingnya dong…”

Baca Juga

Hans biasa begitu. Kirim pesan di sembarang waktu. Terutama ke saya.

Kami memang berkawan. Sama-sama mantan “orang tivi”. Hans di TV Nasional. Saya di TV Lokal.

Terakhir bertemu Hans 3 tahun lalu. Saat ia masih menjadi kepala sekolah di Akademi Televisi Indonesia (ATVI). Lembaga Pendidikan ini berada di bawah bendera stasiun TV Indosiar.

Advertisements

Waktu itu Hans mengundang saya untuk memberi kuliah umum tentang tren perkembangan teknologi penyiaran TV modern. Hans saat itu sudah yakin, tren konsumen TV akan bergeser dari menonton TV konvensional (analog maupun digital) ke TV online.

Sejak setahun lalu Hans tinggal di Kota Hujan: Bogor. Di sini ia mengelola sebuah kafe yang cukup besar: Kafeloaja. Dibangun dari 4 ruko gandeng yang disatukan, di Bogor Barat. “Kafe ini mungkin yang paling besar di Bogor Barat,” kata Hans.

Ketika Covid-19 mulai mewabah di Wuhan akhir tahun lalu, Hans sudah ketar-ketir. Ia memperkirakan banyak agenda pertemuan di kafenya akan batal atau berubah dari offline ke online.

Hans pun bergerak cepat. Lantai bawah dipertahankan sebagai cafe. Lantai atas diubah. Dinding pembatas ruko dijebol sehingga menjadi ruangan yang luas. Ruangan itu berfungsi sebagai function hall. Bisa untuk pertemuan hingga 50 orang.

Tiba-tiba Bogor terkena aturan PSBB. Semua pertemuan besar (offline) di hotel-hotel batal. Hans pun mendapat berkahnya.

Kafenya laris sebagai ruang pertemuan online. Latar belakangnya sebagai “orang tivi” menjadi portofolio yang membuat konsumen memilih menyelenggarakan pertemuan online di Kafeloaja. Dengan setting ruangan berkonsep studio TV, konsumen merasa lebih senang karena bisa berseminar dengan “look” yang lebih keren di layar komputer.

Tidak hanya rapat dan training online yang pindah ke Kafeloaja. Wedding organizer pun menggeser lokasi acaranya ke kafe tersebut. “Untuk wedding party, konsumen butuh teknik live streaming dan teknik video conference dengan spesifikasi alat yang tinggi. Eh, Mas Joko menulis artikel Zoom Wedding,” kata Hans dari ujung telepon.

Rencananya hari Sabtu ini saya akan bertemu Hans di kafenya. Kami akan membahas rencana kerjasama. “Semua pekerjaan live streaming dan video conference di kafe ini saya percayakan kepada Jagaters yang sudah berpengalaman dan teruji,” kata Hans.

Hari ini PSBB sudah dilonggarkan. Hans tahu harus mengambil langkah cepat: beradaptasi dengan lingkungan dan model bisnis yang berubah. Kecepatan beradaptasi menjadi salah satu kunci penting dalam bisnis di era baru pasca pandemi.[***]

(Penulis adalah praktisi bisnis video conference)

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News