Mudik dengan Sepeda Motor, Komponen Ini Wajib Diperiksa

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Advertisements
Ilustrasi

Jurnalsulteng.com – Pemerintah memang telah berulangkali mengingatkan agar tidak mempergunakan kendaraan roda dua saat mudik. Namun setiap tahunnya masih cukup banyak ditemukan pemudik dengan sepeda motor.

Bila memang tidak memiliki alternatif moda transportasi lain, sebaiknya lakukan pengecekan menyeluruh pada sepeda motor untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan selama perjalanan mudik. Service Analyst Astra Motor Rangga Noviar memberi panduan terkait apa saja yang perlu diperiksa.

Baca Juga:


1. Tekanan Angin Ban dan Alurnya

Tekanan angin ban yang tidak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dapat membuat pengendaraan tidak nyaman, bahkan bisa membuat motor kehilangan kendali. Pastikan tekanan angin ban baik untuk berkendara sendiri maupun berboncengan, yaitu kisaran 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk ban belakang. Selain tekanan angin, Anda juga wajib melakukan pengecekan pada alur ban. Untuk pengecekan ini, Anda bisa melihat
berdasarkan indikator keausan ban dari tanda segitiga di sisi luar ban.


2. Ganti Busi

Untuk berkendara khususnya jarak tempuh yang cukup jauh, busi merupakan komponen vital yang harus diperiksa. Pastikan usia pakai busi belum mencapai maksimal 8.000 km dan bunga api yang dihasilkan masih bagus. Untuk pemeriksaan ini, sangat disarankan untuk membawa motor ke bengkel resmi untuk diperiksa.
Cap atau tutup busi pun jangan sampai ketinggalan. Jika tutup busi retak atau karetnya sudah keras, bisa menyebabkan aliran listrik dari ignition coil ke busi tidak sempurna, terutama saat terkena air.

Advertisements


3. Sistem Penggerak (Rantai Roda atau Drive Belt)

Rantai roda dan drive belt wajib diperiksa terutama dari keausan dan usia pakainya. Pastikan rantai roda mencengkram kuat ke sprocket/gear dengan baik. Rantai roda yang sudah aus tidak akan mencengkram dengan baik, hal ini bisa menyebabkan rantai terlepas dari gear bahkan berpotensi putus. Begitu juga dengan drive belt pada motor matik, ‪komponen ini memiliki batas usia pakai yaitu maksimal 24.000 km. Jangan paksakan melebihi dari kilometer tersebut agar performa motor masih bisa optimal.

Advertisements


4. Fungsi Rem

Piranti rem mulai dari handle, pedal, hingga rem itu sendiri jangan sampai luput dari pemeriksaan. Pastikan semua komponen mekanis dan hidrolis berfungsi dengan baik. Jika perlu ganti minyak rem dan kampas rem sebelum dipakai untuk mudik.


5. Kapasitas Oli Mesin

Jika menghadapi kondisi macet, beberapa motor masih mengandalkan pendinginan udara untuk mendinginkan mesin. Dalam kondisi ini, kerja oli akan semakin berat untuk melumasi komponen yang bergerak. Untuk itu periksa kapasitas oli agar sesuai dengan standar ukuran motor dan jika perlu lakukan penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan.

6. Cek Nyala Lampu

Lampu menjadi penanda bagi sepeda motor saat berjalan, belok dan melakukan pengereman. Pastikan nyala lampu berfungsi sebagai mana mestinya dan ukuran sesuai standar. Jangan menggunakan mika lampu transparan untuk lampu belakang karena akan membahayakan pengemudi di belakangnya. Jangan pula menggunakan lampu dengan daya sinar yang terlampau terang karena akan menyilaukan pengendara lain yang berlawanan arah.(***)


Source; Beritasatu

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News