Oknum Dokter ‘Horror’ Pasiennya, Nitizen: Saya Pernah Mengalaminya!

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulteng.com- Publik media sosial (Medsos) terutama di Facebook sangat antusias merespon pemberitaan adanya dugaan oknum Dokter kandungan (dr.Djemi.Sp.OG) yang diduga menakut-nakuti (Horror) pasiennya melalui diagnosanya.

Terbukti sejak diposting pada Minggu (15/6/2016) petang di Jurnalsulteng.com hingga saat ini (Rabu, 17/6/2015)  telah dibaca sebanyak 26.556 kali. Berita ini juga mendapat like via Facebook sebanyak 2.540 dari para jempolers dan sebanyak 120 orang ikut membagikan (share) link berita melalui Facebook, Twitter dan Google Plus.

Baca Juga:

Sebagian besar nitizen terutama yang pernah memeriksakan kehamilannya pada dr Djemi berkomentar melalui tautan di Facebook mengaku mengalami hal serupa yang intinya diarahkan untuk operasi sesar. Bahkan ada yang menyebut sudah menjadi rahasia umum dan mendesak Dinas kesehatan untuk bertindak.

Meski demikian, ada pula yang mengaku menerima perlakuan yang baik dan didiagnosa secara normal.

Advertisements

Berikut beberapa komentar yang dilontarkan nitizen di Page Jurnalsulteng.com:

Akun Nana Achdar mengatakan, “Saya pernah alami hal yang sama.. katanya air ketuban nyaris habis harus operasi.. Alhamdulillah lewat dr Amiruddin rauf (dr Rudi) bisa lahir normal…

Pada komentar berikutnya Nana Achdar memberi saran “Intinya sebagai pasien kita hrs selalu cari opini dr dokter lain… agar bisa ambil keputusan yg tepat…

“Infonya ini sdh lama tersebar dmasyarakat…salut buat jurnal sulteng,” tulis Aris Supriyono dalam komentarnya.

Akun bernama Abyan menulis: Keluarga kami dah tobat ke RS Care She…. Pelayanan nya gak maksimal….

Sedangkan Rahma A Rifai berkata, Haha Aris Supriyono iya pak..intinya jd pasien msti smart jg.. Abyan masi bnyak dr.kandungan lainnya mas

Ronald Tanod : Sepintar apa manusia, tetap yg di atas punya kuasa, jadi jangan d salahkan org lain, kan yg mengobati dan periksa juga manusia, jadi masi ada salah kata atau salah diagnosa. yg maha kuasa aja pernah melakukan kesalahan,… Kt umat beragama saling mengerti aja..trims

“Tanod, iy klw kesalahan hanya sekali at dua kali itu biasa klw smua pasien diperlakukan sma smua sprti it bgmn..?? Smua org tau allah maha kuasa segalax,” ujar Intan Hippy Ronald menimpali.

Sedangkan Reyhan Kiay Demak berbagi kiriman jurnalsulteng.com seraya berkomentar, “Ehm… harus ada perhatian dari dinas kesehatan nih?”

Advertisements

Akun bernama Marselinus R. Palimbong memperingatkan Desta Libba “baca postinganku,,,hati2 pilih dokter kndungan, kash tau jg Ojhe Sallata,” 

Akun Eugenia Scholastica menulis  “Sudah dri dulu d.tau ini cerita… org kesehatan (dr.kandungan n bidan) tdk ada yg nda tau… cma nda d.publish keluar… baru ini mncul artikelnya.. syukurlahh 

Marselinus R. Palimbong: Berarti syukurlah sudh keluar beritanya,,,tinggal di share aja..selama ini kan yg tau cm org kesehatan,,,org awam jg hrus tau, kasian org2 yg kalangan menengah ke bawah klo ditipu seprti ini, sudh susah tambah d buat stress lagi…

“Ya ya, klo dkter ini saya sdh dengr2 isunya,,, klo sama dia past operasi,,,tp trimksh sdh diingtkn,” balas Desta Libba pada akun Marselinus R. Palimbong

Sementara akun Gregory Wiyatno Reba Mesa menulis:  CKckckck… memalukan harta dunia di kejar’y entar mati gk pake seleksi lagi, langsung masuk neraka yg paling dalam tuh orang

“Wuah…masternya mantri ngamukkk…piss bro Gregory Wiyatno Reba Mesa…hhahahaha,” tulis Marselinus R. Palimbong menimpali.

Itulah sebagian komentar yang dilontarkan nitizen terkait pemberitaan tersebut.

Sementara itu, dr Djemi, Sp.OG dalam konfirmasi yang dilansir pada berita sebelumnya bersama Ekobisnews.com memberikan jawaban secara normatif terhadap tudingan adanya modus komersial dalam mendiagnosa pasiennya.

Ia menjelaskan secara normatif bila air ketuban berkurang, bisa pecah atau lewat hamil. ‘’Tidak ada paksaan hal itu dilakukan semata untuk menyelamatkan bayi,’’ tulisnya. Ia juga membantah menakuti pasien yang hamil. ‘’Ibu kan lihat sendiri di USG. Tanya saja dengan pasiennya,’’ tulis dokter kandungan itu. Soal perbedaan persepsi antara dokter spesialis dalam melihat gambar itu dimaklumi. Semua dilakukan untuk keselamatan bayi dan ibunya. ‘’Kalau memiliki BPJS biasanya ibu tidak dihubungi,’’ akunya lagi.

Sedangkan Ketua IDI Sulteng, dr H. Husaema mengatakan, meski bukan kapasitasnya untuk menentukan pelanggaran atau tidak, tetapi bila secara sengaja melakukan tindakan yang menakut-nakuti pasien masuk dalam kategori pelanggaran etika kedokteran.[***]

 

Wartawan/Editor; Sutrisno

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News