Ombudsman Temukan Penggunaan Narkoba di Lapas Palu

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulteng.com- Ombudsman RI menemukan penggunaan narkoba di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Petobo, Kota Palu, saat melakukan pengawasan beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan anggota Pengawasan Ombudsman RI Pranowo Dahlan saat Seminar Supervisi Pelayanan Publik, Kamis (29/8/2013), mengatakan pengguna narkoba itu dilakukan oleh warga binaan.

Baca Juga

“Kita tidak tahu dari mana asal narkoba itu, apakah ada kerja sama dengan pihak lain,” katanya.

Pengawasan yang dilakukan oleh Ombudsman itu dilakukan dalam rentang waktu dua bulan sejak Mei 2013.

Selain peredaran narkoba, Ombudsman juga menjumpai ruang tahanan yang beraroma alkohol. “Tidak ada minumannya tapi aromanya kuat sekali,” kata Pranowo.

Menurutnya, petugas Lapas Petobo harus lebih gencar lagi melakukan pengawasan dan penertiban baik itu kepada warga binaan maupun sipir penjara.

Lebih lanjut Pranowo mengatakan, di lingkungan Lapas Petobo juga ditemukan aktivitas jual-beli sayuran atau kebutuhan dapur lainnya.

“Kenapa ini bisa terjadi, dan kenapa dibiarkan saja,” katanya.

Menanggapi itu, Kepala Lapas Petobo Palu Iskandar mengaku akan meningkatkan pengawasan terhadap warga binaan atau petugas lapas.

“Kalau ada anak buah saya yang melanggar hukum, saya tidak akan memberikan toleransi,” katanya.

Selama satu tahun terakhir terdapat dua oknum petugas Lapas Petobo yang dipecat karena terlibat kasus narkoba, serta dua oknum lainnya sedang menjalani proses hukum terkait kasus serupa.

Lapas Kelas IIA Petobo saat ini mengalami kelebihan penghuni sehingga narapidana di dalamnya harus rela berbagi tempat.

Jumlah warga binaan lapas di Jalan Dewi Sartika itu sekarang sebanyak 496 orang, sedangkan kapasitasnya hanya 210 narapidana.

Lapas Petobo pernah terbakar pada awal April 2011 karena dipicu narapidana yang mengamuk saat diamankan petugas.

Narapidana tersebut mengamuk karena lambannya penanganan rekannya yang sakit jantung hingga akhirnya meninggal dunia.(ant)

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News