Omongan Menag soal Cadar Dinilai Bikin Gaduh

Menteri Agama Fachrul Razi. [katadata]
Bagikan Artikel Ini
  • 54
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menilai pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang menyinggung penggunaan niqab atau cadar dan celana cingkrang telah menimbulkan kegaduhan. Menurutnya, penganut paham radikal tak bisa hanya dilihat atau dinilai dari cara berpakaian saja.

“Ada orang pakai celana rapi, (bergaya) milenial bisa juga menembak seperti di New Zealand. Artinya, pernyataan Menag terburu-buru tergesa-gesa dan cenderung bikin gaduh,” kata Yandri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (31/10/2019).

Baca Juga

Dia menyatakan bahwa Fachrul tidak perlu membuat aturan terkait dengan cara berpakaian seseorang. Yandri mengatakan, pemeluk agama Islam nantinya akan meminta Menag untuk mengatur cara berpakaian pemeluk agama lain bila larangan tentang cadar dan celana cingkrang jadi dikeluarkan.

“Nanti orang bisa minta pakaian yang lain diatur dan ini akan buat bangsa ini tidak selesai-selesai perdebatannya,” kata politikus PAN itu.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Yandri meminta Fachrul fokus mengerjakan tugas pokok dan fungsinya. Misalnya masalah penyelenggaraan ibadah haji dan mencari solusi dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama demi menghadirkan rasa nyaman dan damai di tengah umat beragama di Indonesia.

“Jangan urus celana cingkrang kemudian cadar, bagaimana itu sangat pribadi masalah pakaian,” katanya.

DPR Akan Panggil Menag
Komisi VIII DPR RI akan memanggil Menteri Agama Fachrul Razi untuk meminta penjelasan terkait rencana kajian pembuatan aturan larangan cadar atau niqab dan celana cingkrang masuk ke instansi milik pemerintah.

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan pihaknya ingin mengetahui dasar pemikiran Fachrul mengeluarkan rencana tersebut.

Loading…

“Kami akan undang Kamis (pekan) depan. Isu seperti ini akan jadi agenda kami untuk konfirmasi langsung ke Menag, sebenarnya apa dasar pemikiran Menag melontarkan hal-hal yang menurut saya tidak produktif. Terminologi radikal dengan pakaian, bagaimana nyambungnya?” kata Yandri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia juga akan mempertanyakan pihak yang memberikan informasi sehingga Fachrul berencana mengeluarkan larangan tersebut. Menurutnya, tidak ada korelasi antara pakaian dan pemikiran radikal.

“Kalau tiba-tiba dengan terminologi yang belum jelas radikal sama dengan cara orang berpakaian, itu terlalu gegabah,” kata Yandri.

Sebelumnya, Fachrul menyindir masalah busana di instansi pemerintah. Ia berencana melarang pengguna niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah. Pelarangan cadar itu akan dikaji dan bakal dituangkan dalam peraturan menteri agama.

Sehari berselang, Fachrul menyinggung penggunaan celana cingkrang di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Dia juga menceritakan perihal seorang pejabat BUMN yang tak menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Hal itu ia sampaikan saat memaparkan visi kerja dalam Rapat Koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Kamis pagi.

Namun siang harinya, di tempat yang berbeda Fachrul Razi membantah soal wacana kajian aturan pelarangan cadar tersebut. Ia mengklaim hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi.

Fachrul membantah dirinya tengah mengkaji larangan penggunaan niqab atau cadar masuk ke instansi pemerintah. Fachrul mengatakan dirinya hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi.

“Saya enggak berhak dong, masa Menteri Agama mengeluarkan larangan. Enggak ada. Menteri agama, paling-paling merekomendasi,” jawab Fachrul saat ditanya soal larangan cadar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis siang.[***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA