Ormas Katolik Sulteng Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Pembunuhan Warga di Lembantongoa

  • Whatsapp
Pengurus Tiga Ormas Katolik Sulteng usai rapat pernyataan sikap di Margasiswa PMKRI Cabang Palu, Minggu (29/11/2020). [Foto: Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 194
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Katolik Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas motif dibalik tindakan kejahatan kemanusiaan yang terjadi Dusun 5 Tokelemo Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Jumat, 27 November 2020.

Hal tersebut ditegaskan dalam pernyataan sikap Ormas Katolik Sulteng, yakni Vox Point’ Indonesia, Pemuda Katolik, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dalam keterangan tertulis yang diterima JurnalNews.id, Minggu (29/11/2020).

Lihat Juga

Ketua DPD Vox Point Indonesia Provinsi Sulteng, Agus Malondong mengatakan, aksi keji yang dilakukan kelompok teroris di Dusun Tokelemo Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi merupakan tragedi kemanusiaan, yang harus disikapi secara serius para pemangku kekuasaan dan seluruh elemen bangsa.

Bahwasannya kata Agus, aksi yang menewaskan empat (4) orang warga sipil yang tidak berdosa yaitu, Yasa (58), Su (30), Nakka (60) dan Peddi (18), telah mencederai, menganggu dan mengancam hubungan persaudaraan antar warga bangsa.

“Apapun dalil atau misi kejahatan yang dilakukan kelompok teroris ini, diharapkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada warga sipil, sebagaimana yang dikumandangkan oleh Kapolri maupun Presiden tentang keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sulawesi Tengah, Agustinus Salut menyampaikan beberapa point’ yang menjadi sikap bersama terhadap aksi kejahatan yang terjadi Lembantongoa.

Pertama; Mengutuk tindakan biadab yang dilakukan kelompok teroris yang masih berkeliaran di Sulawesi Tengah;

Kedua; Mendesak aparat TNI dan Polri serta Pemerintah Daerah agar serius dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada lapisan masyarakat dengan tidak memandang segala perbedaan baik suku agama dan lain sebagianya, karena Indonesia adalah Negara hukum (rechstaat) yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Pemerintah harus serius tangani masalah terorisme di Sulteng agar masyarakat merasa aman dan tentram dalam aktifitasnya setiap hari,” tegasnya.

Selain itu, dalam pernyataan sikap Ormas Katolik Sulteng juga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas motif dibalik tindakan kejahatan kemanusiaan, hal ini dimaksudkan agar mencegah aksi serupa di masa yang akan datang.

Meminta kepada pemangku kekuasaan di negeri ini agar dapat memberikan jaminan keamanan kepada warga, apalagi dipenghujung tahun 2020 dimana sebagian warga bangsa menyelenggarakan pesta Pilkada dan perayaan keagamaan;

Menghimbau warga masyarakat agar tetap waspada dengan kejahatan susulan yang dapat memecah belah warga bangsa; dan meminta kepada seluruh umat agar mendoakan para korban, serta keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengharapkan aparat TNI dan Polri segera menangkap pelaku, dan memberikan jaminan keamanan kepada warga terutama menghadapi Pilkada dan perayaan Natal nantinya,” kata Ketua Presidium PMKRI Cabang Palu Santo Leo Magnus, Markus Peso, sembari mendoakan, kiranya para korban mendapatkan tempat yang layak disisi Tuhan, dan kaum keluarga diberikan kekuatan dan penghiburan sejati. [Gus]

Berita Terkait

Google News