PAD Palu “Megap-megap” Biayai Infrastruktur

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Advertisements
Micro Cell Pol (MCP) dapat menjadi salah satu sumber PAD Kota Palu. Namun anehnya, MCP yang dibangun di lahan pemerintah ini diduga tak berizin. (Dok)

Palu,  Jurnalsulteng.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu hanya senilai Rp.290 Miliar. Dengan PAD sebesar itu, dipastikan akan “megap-megap” untuk memenuhi kebutuhan  pembanguanan infrastruktur penting.

Namun anehnya, beberapa sumber pendapatan yang dapat mendongkrak PAD justeru terlewatkan begitu saja.
(BACA JUGA: Mirip Siluman, Siapa Backing MCP )

Baca Juga:

Terlebih lagi, PAD tersebut juga dipergunakan untuk membiayai peserta padat karya yang jumlahnya ribuan dalam program zero poverty (Palu nol kemiskinan), dengan upah Rp. 500 ribu/ peserta/ bulan.

“Nah di sini anggaran PAD kita banyak terpakai, olehnya pemerintah agak sulit membiayai pembangunan infrastruktur di daerah tersebut karena anggaran sangat terbatas,” ungkap Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Sophian R Aswin, yang dilansir Antara.

Advertisements

Politisi partai demokrasi Indonesia perjuangan itu menyebut bahwa Pemkot Palu tidak boleh mengandalkan dan bergantung pada pendapatan asli daerah saat ini yang nilai Rp. 290 Miliar, dalam penyelenggaraan pembangunan.

Dikarenakan anggaran dengan nilai tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pembangunan di semua sektor yang saat ini sangat mendesak dan dibutuhkan oleh masyarakat untuk diadakan.

Desakan juga disampaikan oleh anggota banggar DPRD Kota Palu, Mohammad J Wartabone, yang meminta agar Pemkot Palu memaksimalkan pemanfaatan dan pengelolaan perparkiran demi menjadi sumber PAD.

“Sejak tahun kemarin saya telah mendesak agar pengelolaan dan pemanfaatan parkir perlu dimaksimalkan, untuk menjadi sumber pendapatan asli daerah, yang berdampak pada peningkatan pendapatan tersebut,” ujarnya.

Ia menilai saat ini ratusan titik titik potensial parkir di pinggiran jalan – jalan utama di kota tersebut, belum dikelola secara maksimal untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palu, Irmawati Alkaf, menyatakan pemerintah Kota Palu menargetkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2016, senilai Rp. 290.538 Miliar, yang ditunjang dari berbagai sumber pendapatan daerah.

Advertisements

“Setelah dikaji secara seksama, maka Pemkot Palu bersepakat untuk angka Rp. 290 Miliar sebagai target PAD palu tahun 2016,” Ungkap Herman.

Irma Menjelaskan, target PAD tersebut meningkat sekitar 20,25 Persen atau sekitar Rp. 56, 197 Miliar, jika dibandingkan target PAD tahun 2015. Dimana PAD Kota Palu berjumlah Rp. 277. 537 Miliar pada APBD-P pada tahun 2015 atau sekitar 18,43 Persen, jika dibandingkan dengan PAD sebelum APBD-P yang hanya berjumlah Rp. 234.341 Miliar.

Target PAD tersebut telah disepakati oleh pemerintah Kota Palu dan DPRD setempat, untuk dilaksanakan pada tahun 2016 mendatang. Bahkan sebelum disetujui oleh DPRD Kota Palu lewat paripurna, target tersebut telah dikaji secara seksama oleh pemerintah kota.

Dimana, untuk menunjang pendapatan asli daerah, perlu digenjot sumber pendapatan dari pajak, retribusi serta pendapatan lainnya yang sah.

“target PAD tersebut, harus ditopang dengan ketersediaan sumber pendapatan yang dimiliki oleh Pemkot Palu,” Ujar Herman.

Lanjut Herman menguraikan, target PAD tersebut ditunjang dengan target pajak daerah senilai Rp.101.575 Miliar, retribusi Rp. 25,135 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang di pisahkan senilai Rp. 3.749 Miliar dan lain-lain pendapatn daerah yang sah senilai Rp. 160 Miliar.

Dirinya berharap agar semua pihak baik pemerintah, pengusaha dan masyarakat dapat taat kepada ketentuan yang berlaku, untuk kepentingan pembangunan daerah. (***)


Source; Antara

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News