PAK MULADI

  • Whatsapp
Prof Muladi.
Bagikan Artikel Ini
  • 6
    Dibagikan

Oleh: Joko Intarto
Kenangan ini sudah sangat lama. Pak Muladi mengusir saya dari ruangannya karena dikira loper koran yang mengganggu proses ujian. Padahal, sayalah yang sedang maju ujian saat itu.

Saat kuliah (1986-1991), saya memang punya bisnis sebagai agen majalah dan koran. Pelanggan utama saya adalah dosen-dosen saya sendiri di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang. Salah satunya Pak Muladi. Saat itu masih menjadi dekan.

Lihat Juga

Pak Muladi berlangganan tiga media. Majalah Tempo, harian Jakarta Post dan mingguan Kliping Hukum. Ketiga media itu harus dikirimkan ke ruang kerjanya tepat waktu.

Peristiwa itu terjadi setelah saya melayani langganan Pak Muladi selama tiga tahun. Siang itu Pak Muladi tiba-tiba marah. Sambil memukulkan tangannya ke meja, Pak Mulai bertanya dengan nada tinggi.

‘’Hai loper koran! Tahu nggak, saya sedang menguji mahasiswa,’’ kata Pak Muladi.

‘’Eeee….’’ jawab saya.

‘’Silakan keluar dari ruangan saya,’’ lanjut Pak Muladi.

‘’Eeee…’’ jawab saya.

‘’Tadi pagi kan saya sudah bayar tagihan koran. Kenapa datang lagi?’’ sambung Pak Muladi.

‘’Eeee…’’ jawab saya.

‘’Tunggu apa lagi? Silakan keluar dari ruangan karena mahasiswa yang akan ujian mau masuk,’’ kata Pak Muladi.

‘’Eeee… Mahasiswa yang akan ujian di ruangan bapak adalah saya,’’ jawab saya.

Berita Terkait

Google News