Pakai Rompi Oranye, Nurdin Abdullah Diduga Terima Pelicin Rp2 Miliar dari Kontraktor

  • Whatsapp
Petugas memperlihatkan barang bukti hasil OTT KPK terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan dua tersangka lainnya, dalam Konpers di Gedung Merah Putih, Minggu 28 Februari 2021 dini hari. | Foto: Youtube KPK RI
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dalam jumpa pers soal operasi tangkap tangan (OTT). Nurdin tampak mengenakan rompi oranye KPK.

Dikutip dari tayangan live YouTube KPK RI, Nurdin Abdullah tampak menggunakan rompi oranye KPK bersama dua orang lainnya, dalam jumpa pers yang digelar KPK pada konferensi pers, Minggu 28 Februari 2021 dini hari.

Lihat Juga:

Saat konferensi pers berlangsung, Nurdin dan dua orang lainnya dipamerkan. Namun mereka membelakangi dan menghadap ke dinding.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama dua tersangka lainnya mengenakan rompi oranye dihadirkan dalam Konpers di Gedung Merah Putih, Minggu 28 Februari 2021 dini hari. | Foto: Youtube KPK RI

Hadir dalam jumpa pers kali ini, Ketua KPK Firli Bahuri dan Juru Bicara KPK Ali Fikri.

“Pagi hari ini kami akan menyampaikan terkait dengan penanganan perkara dugaan korupsi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, mengawali konfrensi pers di Gedung Merah Putih, pada Minggu 28 Februari 2021 dini hari.

Firli Bahuri menyebutkan, rangkaian OTT dimulai pada Jumat 26 Februari 2021 sekitar pukul 23 Wita di tiga tempat berbeda, yakni di Rumah Dinas ER di kawasan Hertasening, di Jl Poros Bulukumba, dan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel yang ditinggali Nurdin Abdullah.

“Sekitar pukul 00.00 Wita, ER beserta uang dalam koper sejumlah sekitar Rp 2 miliar turut diamankan di rumah dinasnya,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri.

ER yang dimaksud Firly adalah Edy Rahmat yang merupakan Seretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel.

Dalam konfrensi pers Firli menyebutkan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diduga menerima uang Rp2 miliar dari kontraktor untuk memuluskan sejumlah proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan.

“Pada 26 Februari 2021 AS (tersangka) diduga menyerahkan uang sekitar Rp2 miliar kepada Nurdin Abdullah melalui ER (Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan),” ujar Firli Bahuri.

Selain Rp2 miliar, KPK juga menduga Nurdin Abdullah menerima sejumlah uang dari kontraktor lainnya.

“Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp200 juta. Pertengahan Februari 2021 uang Rp1 Miliar. Awal Februari 2021, NA menerima uang Rp2,2 miliar,” sebut Firli.

Sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap. Nurdin diduga menerima gratifikasi terkait dengan pengadaan barang, jasa dan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Selain Nurdin, KPK menetapkan dua tersangka lain.

“KPK menetapkan 3 (tiga) orang Tersangka. Sebagai penerima NA (Nurdin Abdullah), ER, dan sebagai Pemberi AS,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri. ***

Berita Terkait

Google News