Paket Sabu 25Kg Dijemput di Pantai Desa Pomolulu Donggala, Gunakan Sandi ‘Ikan’

Roman R Sumbadjindja (36) alias Oman bin Ruslin dan Abdul Malik (38) alias Malik bin Mahfid, terdakwa penyalahgunaan narkotika 25Kg menjalani sidang pembacaan dakwaan, di Pengadilan Negeri Klas 1A Palu, Rabu (4/11/2020). [Foto:Ikram]
Bagikan Artikel Ini
  • 137
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Terdakwa kasus penyalahguna narkotika jenis sabu sebanyak 25 kilogram (Kg) Roman R Sumbadjindja (36) alias Oman bin Ruslin dan Abdul Malik (38) alias Malik bin Mahfid, menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Palu, Rabu (4/11/2020).

Sidang dipimpin Ketua Majelis hakim, Marliyus, didampingi anggota majelis hakim, Demon Sembiring dan Ernawati Anwar. Dalam sidang itu, terdakwa Roman didampingi penasehat hukumnya yakni Yuyun dan Muchtar.

Baca Juga:

Penasehat hukum terdakwa, Abdul Malik, diantaranya, PH.Abdul Manan, SH,M.H, Dr.Kaharudinsyah, SH, MH dan Muhammad Adi Saputra, SH, MH.

Dalam dakwaan dibacakan, JPU Nur Cahyawijaya, awalnya Roman menerima telepon dari syukur (DPO) , untuk menjemput narkotika jenis sabu dibawa ke BTN Palupi dengan upah Rp 30juta.

“Namun baru dibayarkan Rp1 juta,” Papar Cahya.

Cahya mengatakan, syukur lalu memberi nomor gawai untuk dihubungi yang ternyata milik Abdul Malik.

Sehingga kata dia, Roman dan Abdul Malik, saling berkomunikasi dan bersepakat akan mengambil narkotika tersebut, di pantai Desa Pomolulu, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, pada Minggu (27/6/2020) lalu.

Sampai di tempat disembunyikan narkotika, kata dia, sabu tersebut diangkut ke mobil yang dikendarai Roman. Selanjutnya menuju ke Kota Palu, ada di depan mobil Abdul Malik, bertugas untuk memantau kendaraan di depan dan memberikan informasi menggunakan aplikasi WhatsApp, dan voice notice menggantikan sabu-sabu dengan kata sandi “Ikan”.

Berdasarkan informasi warga kata dia, kepada petugas ada transaksi narkotika depan pos Covid Tawaeli, sehingga dilakukan pemantauan dan petugas merasa curiga, keberadaan Abdul Malik.

Lalu, Abdul Malik diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan Roman mengangkut 1 karung narkotika jenis sabu, menggunakan mobil hardtop.

Barang bukti diamankan, 25 paket sabu, beratnya 24,9 kg, serta barang bukti lainnya.

Atas perbuatan keduanya, terdakwa diancam, pasal 114 ayat (2) dan kedua pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai pembacaan dakwaan, para penasehat hukum terdakwa tidak mengajukan eksepsi (keberatan).

Sidang selanjutnya akan di agendakan kembali seminggu 2 kali, Senin dan Kamis pekan mendatang. [PosRakyat]

loading...

Berita Lainnya

Google News