Palolo Diterjang Banjir, Satu Tewas dan Sembilan Rumah Hanyut

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Banjir bandang menerjang Desa Sintuwu, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Selasa (17/5/2016) petang. Banjir menyebabkan satu tewas dan sembilan rumah hanyut. (Foto: Facebook/Indry Navista)

Palu, Jurnalsulteng.com – Banjir bandang menerjang Desa Sintuvu, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (17/5/2016l) petang. Banjir bandang ini menelan satu orang korban jiwa. Korban bernama Dinas (11). Korban ditemukan aparat bersama warga yang melakukan pencarian di lokasi banjir bandang.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Kabupaten Sigi Torki Ibrahim Turra, yang dilansir Kabarselebes.com, Selasa  (17/5/2016) malam

Baca Juga:

Menurut Torki, korban Dimas baru ditemukan pada malam hari setelah dilakukan pencarian bersama-sama setelah adanya laporan warga yang hilang.

“Sekarang korban sudah disemayamkan di rumah duka di Desa Sintuvu,” kata Torki.

Advertisements

Bupati Sigi Muh Irwan Lapata bersama sejumlah aparat pemerintah kecamatan, desa serta DPRD Sigi mendatangi rumah duka.

Selain menyebabkan korban tewas, banjir bandang juga mengakibatkan sembilan rumah warga hanyut.

“Tidak ada korban jiwa, kecuali kerugian materi yang belum diketahui nilainya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala, yang dilansir Antara, Selasa (17/5/2016) malam.

Ia mengatakan rumah warga yang hanyut diterjang banjir di Desa Sintuwu, Kecamatan Palolo.

Banjir bandang yang menghajar Kecamatan Palolo menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu beberapa hari ini.

Advertisements

BPBD Sulteng, kata bartholomeus, telah mengirim tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi banjir untuk melakukan berbagai kegiatan tanggap darurat, terutama mengevakuasi para korban ke tempat lebih aman.

“Begitu ada informasi terjadinya bencana banjir tersebut, pihaknya langsung memngambil langkah cepat dengan mengirimkan TRC bersama bantuan logistik untuk membantu para korban banjir di Desa Sintuwu.

Bantuan logistik yang telah dikirim ke lokasi banjir antara lain makanan siap saji, selimut, tenda, terpal, dan peralatan dapur. “Jika masih dibutuhkan, BPBD Sulteng akan mengirim lagi logistik sesuai dengan kebutuhan masyarakat korban banjir,” kata Bartholomeus.

Menurut rencana, selain bantuan dimaksud, juga akan ada bantuan obat-obatan guna mengantisipasi berbagai penyakit yang muncul pada pascabanjir bandang.

Dia mengingatkan daerah rawan bencana alam banjir dan tanah longsor untuk tetap mewaspadai karena intensitas curah hujan pada priode Mei-Juni 2016 meningkat.

Di Sulteng, kata dia, hampir semua kabupaten/kota rawan bencana banjir dan tanah longsor sehingga perlu memndapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat yang ada di masing-masing daerah.

Kabupaten Sigi memang salah satu daerah yang selama ini rawan bencana alam dan tanah logsor.(***)

Advertisements


Source; Kabarselebes.com/Antara
Red; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News