PAN Akan Sanksi Kadernya yang Tembok Jalan Masuk ke Rumah Penghafal Al-Qur’an

  • Whatsapp
Tembok yang bangun anggota DPRD Pangkep dari fraksi PAN hingga menutup akses masuk ke rumah tahfiz di Jalan Ance Dg Ngoyo Lr 5, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar. | Foto: Merdeka
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Anggota DPRD Pangkep dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amiruddin menjadi sorotan publik, karena menembok akses rumah warga dan tahfiz di Jalan Ance Dg Ngoyo Lr 5, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dia menjadi ramai perbincangan serta membuat geger lantaran menembok pintu masuk setinggi empat meter ke rumah tahfiz atau rumah penghafal alquran Nurul Jihad.

Baca Juga

Legislator PAN itu membangun tembok setinggi empat meter menutup pintu keluar rumah tahfidz. Alasannya, kata warga, pelaku tidak senang anak-anak penghafal alquran ribut dan bermain di depan rumahnya.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN marah dan menyayangkan adanya legislatornya yang menutup akses masuk rumah tahfiz itu.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi Djamal menegaskan akan segera memanggil dan menjatuhkan sanksi kepada Amirudin.

“DPW PAN akan segera memanggil saudara Amirudin. PAN tidak ragu untuk memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan,” tegas Kahfi, yang dikutip JurnalNews dari Instagram Partai Amanat Nasional, Sabtu 24 Juli 2021.

Menurut Kahfi, PAN tidak akan mentolerir bila ada kadernya melakukan tindakan yang sewenang-wenang dan jauh dari nilai perjuangan PAN

“Sanksinya tegas, bisa PAW bahkan pemecatan dari kader PAN,” tambahnya

Tak hanya itu, jika memang terbukti ada pelanggaran hukum, Kahfi pun mengaku sangat mendukung aparat berwenang untuk memproses Amirudin sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kami akan minta dia robohkan sendiri tembok itu. Jika tetap bersikeras kami akan serahkan sepenuhnya kepada yang berwenang. Kami tegaskan bahwa PAN mendukung upaya Camat Panakukkang dan RW 5 Kelurahan Masalle untuk mengambil tindakan,”

Kahfi yang juga Anggota DPR RI dari Sulsel ini menambahkan bahwa arahan Ketua Umum PAN kepada kadernya jelas yakni untuk menjaga prilaku serta selalu berupaya membantu masyarakat.

“Ketum selalu menyerukan agar kader PAN menjaga akhlak. Sikap Amirudin ini tentu tidak sesuai dengan garis perjuangan PAN juga tidak meneladani Ketum PAN yang sangat menyayangi anak-anak penghafal Al-Qur’an,” pungkasnya.

Perselisihan antar tetangga terjadi Makassar, bahkan menutup pintu keluar belakang rumah Tahfiz Alquran Nurul Jihad di Jalan Ance Dg Ngoyo, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar dengan cara menembok. Penembokan tersebut diduga karena pemilik rumah risih dengar keramaian yang dibuat oleh anak-anak tahfiz.

Ketua RW V Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Abd Aziz mengatakan penembokan tersebut diduga karena pemilik rumah risih mendengar anak-anak Tahfiz ribut saat menghafal Alquran. Selain itu, pemilik rumah juga sempat marah karena anak-anak Tahfiz sering mengotori jemurannya.

“Ini saya dengar dari anak Tahfiz dianggap ribut karena mengaji. Kedua masalah kebersihan bajunya, kan di sini dijemur,” ujarnya yang dilansir kepada merdeka.com.

Aziz mengaku penembokan pintu keluar rumah Tahfiz tersebut sudah terjadi tiga hari lalu. Aziz menyebut pemilik rumah adalah anggota DPRD Pangkep bernama Amiruddin.

“Tiga hari lalu itu dikerja dan kemarin selesai ditembok itu,” bebernya.

Ia mengaku warga yang merasa dirugikan akibat penembokan tersebut sudah melapor ke camat dan polisi. Ia mengaku keluarga pemilik rumah sebelumnya sudah menyampaikan akan melakukan penembokan tersebut.

“Waktu itu keluarganya datang menyampaikan mau tutup itu pintu. Terus saya bilang komunikasi saja sama pengurus rumah Tahfiz dan warga,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan bahwa tembok yang akan dia bangun merupakan fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Meski sudah diingatkan, pembangunan tembok tetap dilakukan.

“Waktu itu saya ingatkan, kalau itu fasum. Dia tidak dengar dan lanjut (tutup pintu belakang rumah tahfiz),” kata dia.

Sementara itu, Camat Panakkukang, Thahir Dg Ngalli mengaku pihaknya sudah turun bersama RT, RW, tokoh masyarakat, dan polisi tempat tersebut. Ia menyebutkan penembokan tersebut membuat akses dua bangunan yakni rumah tahfiz dan rumah warga tertutup.

“Memang yang ditutup akses dua bangun, termasuk itu rumah Tahfizm,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pihaknya yang melakukan penutupan akses. Ia pun memberikan peringatan agar tembok yang dibangun itu dibongkar.

“Menurut warga itu fasum, karena jalan. Saya kasih surat peringatan melalui Ketua RW agar dibongkar,” ucapnya. ***

Berita Terkait

Google News