Panglima Perintahkan TNI AL Usir Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Bagikan Artikel Ini
  • 5.4K
    Shares

Natuna, JurnalNews.id – Kapal-kapal asing pencuri ikan di perairan Natuna, kepulauan Riau (Kepri) hingga kini masih beraktivitas dengan kawalan kapal coast guard China. Keberadaan kapal-kapal tersebut meresahkan, bahkan mengancam kedaulatan Indonesia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan TNI AL menghalau kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Indonesia.

Baca Juga

“Saya memerintahkan TNI Al untuk menghalau kapal-kapal asing yang mengambil ikan di wilayah ZEE,” kata Hadi di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad Natuna, Kepri, Rabu (8/1/2020).

Panglima TNI mengatakan bahwa kedaulatan adalah harga mati dan itu adalah yang nomor satu. Dia menyebutkan hingga saat ini tidak ada kapal asing yang masuk ke wilayah kedaulatan RI.

“Karena kita memiliki wilayah terotori 12 mil dari garis pantai,” katanya.

Marsekal Hadi menyebutkan, kapal-kapal asing boleh masuk ke wilayah ZEE. Di zona itu kapal asing melaksanakan lalu lintas sesuai dengan aturan internasional. “Namun, yang tidak boleh mereka masuk ke ZEE dengan mengambil ikan di wilayah itu,” kata Panglima.

Loading…

Untuk itulah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan TNI AL untuk menghalau kapal kapal asing yang mengambil ikan di ZEE.

TNI Angkatan Udara (AU) sebelumnya menerbangkan empat pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Empat pesawat jet itu dikerahkan untuk melaksanakan operasi patroli di wilayah terluar Indonesia itu.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka mengatakan, pengerahan empat jet tempur F-16 berikut enam penerbang serta puluhan personel angkatan udara ke Natuna hari ini atas perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Seluruh pesawat buatan Negeri Paman Sam yang menjadi salah satu andalan angkatan bersenjata Indonesia itu melaksanakan patroli wilayah kedaulatan NKRI dengan sandi Operasi Lintang Elang 20. “Ini sebenarnya operasi rutin di wilayah barat yang kita geser ke Natuna,” ujarnya, Selasa (7/1/2020). [***]

Sumber; iNews

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA