Paralayang Tidak Ikut Meriahkan Festival Palu Nomoni

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulteng.com – Para atlet paralayang dan paramotor dipastikan tidak bisa meramaikan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) pada 24 – 26 September 2016 karena bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Paralayang di Sumedang, Jawa Barat.

“Padahal kami sangat berkeinginan ikut meramaikan Festival Pesona Palu Nomoni, tetapi sangat disayangkan karena bertepatan dengan PON,” kata Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara Microlight Sulawesi Tengah H. Amiruddin Sahib di Palu, Rabu (3/8/2016) terkait FPPN.

Baca Juga:

FPPN yang sebelumnya bernama Festival Teluk Palu tersebut merupakan festival berlevel nasional yang pelaksanaannya di Teluk Palu.

FPPN telah diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif di Jakarta pada 20 Juni 2016.

Advertisements

Amiruddin mengatakan Federasi Aerosport Indonesia Sulawesi Tengah ingin mengambil bagian dari FPPN tersebut namun karena kendala PON pihaknya sedang berusaha mencari solusi agar paralayang dan paramotor tetap bisa berkontribusi dalam kegiatan bertajuk budaya itu.

“Apalagi pada Palu Nomoni itu ada renang lintas Teluk Palu. Kita bisa show dari udara,” katanya.

Dia mengatakan dari 30 atlet yang memiliki lisensi terbang dari Sulawesi Tengah, lima di antaranya lolos mengikuti PON. Para atlet tersisa juga ikut membantu dari sisi teknis.

Demikian halnya peralatan yang dimiliki juga akan digunakan di PON sehingga tidak ada alat cadangan yang bisa dipersembahkan untuk FPPN.

Advertisements

Hal yang sama juga dikemukakan Ketua Paralayang Sulawesi Tengah Asgaf Umar bahwa walaupun hanya lima atlet yang lolos PON tetapi atlet lainnya juga mengambil peran membantu kerja-kerja teknis.

“Kami juga diminta meramaikan Hari Ulang Tahun Kabupaten Parigi Moutong, tidak bisa kami penuhi karena waktunya bersamaan dengan PON,” katanya.

Menurut Asgaf, dari 30 atlet yang sudah memiliki lisensi terbang, empat di antaranya sudah memiliki lisensi paramotor.

“Kalau dia atlet paramotor, otomatis dia paralayang, tapi para layang belum tentu bisa paramotor,” katanya.

Atlet para layang maupun para motor di Sulawesi Tengah telah ikut meramaikan dua kegiatan nasional di daerah itu yakni Sail Tomini di Parigi Moutong pada 2014 dengan melibatkan tujuh atlet dan Pekan Hari Nusantara di Palu pada 2013.

Melalui aksinya, para layang dan para motor terbang di udara dengan mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul kegiatan sehingga menarik perhatian pengunjung.

Asgaf mengatakan Teluk Palu merupakan tempat paling strategis bahkan terbaik di Asia Tenggara untuk olahraga kedirgantaraan itu.(***)

Advertisements


Source; Antara

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News