Pasangan Calon Bupati Dicoret, Pendukung “Menginap” di Kantor KPU

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Advertisements
Ilustrasi

Mamuju Utara, Jurnalsulteng.com- Massa pendukung pasangan calon Bupati Mamuju Utara Sulawesi Barat yang dicoret, Senin (24/8/2015), menduduki Kantor KPUD Mamuju Utara, Selasa (25/8/2015). Mereka kecewa karena pasangan Abdullah Rasyid dan Maringun Rasyid yang didukung dicoret tanpa penjelasan resmi dari KPU.

Massa mendirikan tenda darurat di kantor KPUD sejak Senin hingga hari ini. Ratusan warga yang sempat bermalam di kantor KPU itu pun sempat gaduh di halaman kantor KPUD. Mereka memaksa masuk, namun kemudian dihalau ratusan polisi dan Brimob serta TNI yang berjaga di kantor KPU.

Baca Juga:

Jadwal pengundian nomor urut dua pasangan calon yang dinyatakan lolos, yaitu pasangan Agus-Saal serta Yusri-Amran, tertunda beberapa jam. Pengundian nomor urut baru dilakukan setelah massa bersedia meninggalkan Kantor KPUD tadi siang.

Sementara itu, pasangan Abdullah dan Maringun yang dinyatakan gugur oleh KPU akhirnya bertemu dengan pihak KPU untuk mendengarkan penjelasan dan menerima salinan putusan KPUD. Namun, keduanya tidak terima dan akan menggugat putusan pleno KPU.

Advertisements

“Seharusnya sejak Senin kemarin, KPU sudah memberikan penjelasan menggugurkan pasangan Abdullah dan Maringun, bukan lari dari kantornya,” ujar Abdullah.

Advertisements

Setelah itu, Abdullah memilih menenangkan ratusan pendukungnya dan meminta mereka membubarkan diri dan mengakhiri aksi unjuk rasa

Ketua KPUD Mamuju Utara Ishak Ibrahim menjelaskan, alasan menggugurkan pasangan Abdullah dan Maringun adalah karena pasangan tersebut hanya memperlihatkan satu surat dukungan kepengurusan Partai Golkar yang mengusungnya sampai batas waktu yang ditentukan habis.

“Pasangan Abdullah dan Maringun digugurkan lantaran persayatan calon dukungan dari partai Golkar hanya satu pengurus di Mamuju Utara yang seharusnya dua,” ujar Ishak.[***]

Sumber; Kompas

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News