Pasien Diduga Korban Narkoba Jenis Flakka di RSJ Kendari Terus Bertambah

Bagikan Artikel Ini

Kendari, Jurnalsulawesi.com – Hingga Kamis (14/9/2017) Pukul 09.00 WITA pagi tadi, jumlah pasien penyalahgunaan obat yang diduga narkoba jenis Flakka dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari terus bertambah.

Kepala Sub Bidang Kesehatan Jiwa dan Rujukan RSJ Kendari Syahruddin Sumera mengatakan, total pasien yang masuk adalah 44 orang, 23 orang sementara dalam perawatan, 21 orang dipulangkan karena sudah stabil, satu orang dirujuk ke RS Bahteramas. 23 korban tersebut dirawat di ruang yang berbeda, di UGD 9 orang dan di UGD Akut 14 orang.

Baca Juga:

“Ada dua lagi sebenarnya hanya kita pulangkan karena tidak teridentifikasi indentitasnya, sebab sesuai SOP kami harus penuhi itu dulu,” ungkap Syahruddin Sumera yang dikutip Zonasultra.com.

Sementara itu, salah satu pengakuan keluarga korban yang enggan disebutkan namanya, korban bernama IS (18) warga Gersamata, Andonunohu adalah korban yang dibawa sekitar pukul 21.00 Wita semalam.

“Dia semalam dijebak sama pihak kepolisian dan dilarikan ke Polres Kendari kemudian dilarikan ke RSJ sini,” ungkapnya.

IS adalah karyawan salah satu tempat karaoke keluarga di Kota Kendari. Saat ini kondisinya masih dalam pengaruh obat dan berhalusinasi.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendari Murniati saat dihubungi semalam mengatakan jumlah korban yang dirawat akibat mengkonsumsi obat bertambah menjadi 50 orang.

Dimana 20 orang tambahan tersebut dilarikan ke RSJ Kendari mulai pukul 15.00 Wita hingga 18.00 Wita kemarin. Sehingga jumlah korban yang dirawat di RSJ menjadi 32 orang.

“Datangnya itu beruntun, dan mengalami gejala yang sama, mencak-mencak muka merah dan berhalusinasi,” ungkap Murniati semalam.

Bukan PCC Biasa
Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNN Provinsi Sulawesi Tenggara AKBP Bagus Hari Cahyono mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sultra.

Bagus juga mengatakan PCC yang beredar di masyarakat Kota Kendari bukanlah PCC biasa. “Ini kemasannya saja yang PCC, tapi obatnya bukan. PCC efeknya tidak seperti ini,” kata Bagus di Polda Sultra, Kamis (14/9/2017).

Hingga saat ini Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat masih mencari tahu kandungan yang terdapat dalam obat jenis Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang beredar di masyarakat.

Asal usul datangnya obat yang telah menelan banyak korban ini juga masih diselidiki oleh pihak kepolisian bersama BNN.

“Sampai sekarang kita masih melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian terkait asal usul obat ini,” tambah Bagus.

Untuk diketahui, korban penyalahguanaan obat PCC di Kota Kendari hingga saat ini berjumlah kurang lebih 50 orang. Dua orang diantaranya sudah meninggal dunia. [ZSC]

loading...

Berita Lainnya

Google News