PB Alkhairaat Minta Pemerintah Tunda Pilkada 2020

  • Whatsapp
Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Ali Bin Muhammad Aldjufri. [Foto: Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 68
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat mendesak seluruh pihak yang berwenang untuk mengurungkan niat tetap melanjutkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, ditengah masa pagebluk Covid-19.

Alkhairaat meminta Presiden Joko Widodo, KPU, serta DPR RI menunda pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2020 hingga tahap darurat kesehatan terlewati.

Baca Juga:

Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Ali Bin Muhammad Aldjufri mengatakan, permintaan penundaan itu bukanlah tanpa alasan yang kuat.

Dalam penilaian Alkhairaat, kepentingan untuk melakukan pemilihan pemimpin dalam rangka melanjutkan roda pemerintahan memanglah penting.

Advertisements

“Akan tetapi, dengan memperhatikan kondisi rakyat saat ini adalah jauh lebih penting keselamatan rakyat,” ungkap Ketua Umum PB Alkhairaat di Palu, Rabu (23/9/2020).

Selain itu, beberapa hal yang telah terbukti sulit dihindari dalam Pilkada 2020 diantaranya, adalah sewaktu dalam tahapan pendaftaran paslon. Yang mana, lanjut Habib, hampir seluruhnya paslon melanggar protokol kesehatan.

Bahkan, sejumlah paslon khusus wilayah Sulawesi Tengah belakangan diketahui mendapat teguran sebab tidak menjalankan protokol kesehatan. Sementara sejumlah provinsi-provinsi lainnya, hingga menimbulkan klaster terkait dengan penyelenggaraan pilkada.

Advertisements

Karena itu, PB Alkhairaat meminta pihak-pihak yang berwenanang untuk merealokasikan anggaran pilkada bagi penanganan krisis kesehatan dan penguatan jaring pengaman nasional.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 243 bakal calon kedapatan melanggar protokol kesehatan dan menimbulkan kerumumunan. Selepas itu, diketahui ada 63 orang bakal calon positif Covid-19. Tidak terkecuali dengan penyelenggara pilkada, yang mana sedikitnya 96 penyelenggara tertular Covid-19.

Tahapan pilkada yakni proses pendaftaran hanyalah satu dari sejumlah tahapan Pilkada 2020 yang terbukti memunculkan kerumunan, hingga klaster baru. Masih terdapat tahapan lainnya, seperti tahap pengundian nomor urut, masa kampanye, pemungutan dan penghitungan suara. Serta tahap terakhir pengumunan hasil pilkada yang dinilai banyak pihak akan menimbulkan kerumunan kembali.

Lebih jauh, Ketua Umum PB Alkhairaat itu mengatakan, kendatipun Pilkada tetap dilanjutkan haruslah tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Penyelenggara haruslah membuat situasi TPS menjadi sedisiplin mungkin agar tak terjadi kerumunan yang menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Habib.

Advertisements

Terakhir, PB Alkhairaat menekankan agar pihak penyelenggara, harus mematangkan sungguh-sungguh keputusan tersebut sehingga bertanggung jawab atas segala resiko penularan Covid 19 yang timbul akibat Pilkada 2020. [***]

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News