Pemadaman Bergilir di Kota Palu Berakhir

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Akhirnya, pemadaman listrik bergilir “ekstrem” yang dilakukan PT PLN berakhir mulai Senin (1/5/2017) dini hari tadi, dengan  penormalan secara bertahap.

Pemadaman yang berlangsung sejak Senin (24/4/2017) dengan durasi 8 jam padam dan 3 jam menyala itu diakibatkan robohnya tiang transmisi (tower) No.46 di Poso.

Baca Juga

Berakhirnya pemadaman ini berkat kerja keras tim ‘task-force’ PLN yang berjibaku membangun tower darurat (emergency tower) sejak Selasa (25/4/2017) lalu.

“Alhamdulillah, mulai hari ini pemadaman listrik secara bergilir bisa diakhiri. Terima kasih untuk seluruh pelanggan PLN Area Palu atas kesabaran dan doanya, sehingga pada tanggal 30/4/17 pukul 22.57 WITA Transmission Line arah Poso-Sidera berhasil dioperasikan. Insya Allah bisa dimanfaatkan kembali oleh Pelanggan PLN yang terhormat. Atas nama PLN, kami menyampaikan maaf jika dalam beberapa hari yang lalu terdapat ketidaknyamanan, semoga kedepan layanan kami semakin baik,” kata Manager PLN Area Palu Emir Muhaimin, Senin (1/5/2017).

Pemadaman listrik secara bergilir di Kota Palu dan sekitarnya yang terpaksa dilakukan PT. PLN menyusul robohnya tiang transmisi (tower) No.46 di Poso, pada Senin (24/4), berakhir pada Senin (1/5) dinihari, setelah tim ‘task-force’ PLN sukses merampungkan pembangunan tower darurat (emergency tower).

Listrik tegangan tinggi dari PLTA Poso ke Gardu Induk Sidera yang menyuplai 60 MW daya ke sistem kelistrikan Palu, Donggala, Parigi, Sigi (Palapas) kembali mengalir secara normal setelah dua kali dilakukan uji coba.

Tower emergency yang dibangun tim recovery PLN akhirnya bisa digunakan secara normal setelah dua kali dilakukan uji coba. [Ist]
Diberitakan sebelumnya, PT. PLN Sulutenggo mengerahkan 150-an personel dibantu warga sekitar lokasi di Kecamatan Poso Pesisir untuk membangun tower darurat, untuk mengakhiri pemadaman berigilir.

Diketahui, tower Nomor 46 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Desa Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir itu dilaporkan roboh karena dihantam banjir Sungai Puna.

Setelah tower darurat berhasil didirikan, PLN segera memulai pembangunan tower pengganti yang permanen, yang diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih selama delapan bulan.[***]

Rep; Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News