Pembawa Sabu 25Kg Napi DPO yang Kabur saat Bencana 28 September 2018

  • Whatsapp
Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal (tengah) didampingi Dirresnarkoba dan Kabidhumas Polda Sulteng, memperlihatkan barang bukti Sabu yang ditangkap di Pantoloan, saat menggelar press rilis di Mapolda Sulteng, Selasa (30/6/2020). [Trisno]
Bagikan Artikel Ini
  • 303
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Drs Syafril Nursal mengatakan, pelaku pembawa narkotika jenis sabu sebanyak 25 Kilogram (Kg) yang ditangkap pada Minggu (28/6/2020) malam di Pantoloan, Kota Palu adalah Narapidana (Napi) yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), karena melarikan diri saat bencana 28 September 2018 lalu.

“Pelaku merupakan warga Palu yang sempat menjalani hukuman karena kasus yang sama. Saat bencana 28 September 2018, dia melarikan diri ke Malaysia,” jelas Kapolda saat menggelar press rilis di depan Loby Mapolda Sulteng, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga

Pelaku juga pemain lama yang berkomplotan dengan keluarganya yang menjalankan bisnis narkoba.

“Jadi dia itu adalah DPO narkoba tetapi juga DPO narapidana yang melarikan diri. Pelakunya yaa itu-itu juga,” tambahnya.

Kapolda menyebutkan, tersangka kasus Sabu 25 Kg ini sebanyak dua orang yang berinisial S dan P. Kedua tersangka menerima barang yang dikirim dari Malaysia mellaui jalur laut.

Advertisements
Barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 25Kg yang ditangkap di Pantoloan, pada Minggu (28/6/2020) malam. [Trisno]

“Barangnya dikirim dari luar negeri (Malaysia) masuk ke Kalimantan, kemudian dibawa ke Palu,” jelas Kapolda yang didampingi Dirresnarkoba dan Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto.

Kapolda menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait lokasi masuknya kiriman sabu tersebut, apakah melalui pelabuhan khusus atau menggunakan pelabuhan umum.

“Kami masih selidiki, barang ini masuk melalui pelabuhan mana,” sambungnya.

Hingga saat ini juga belum diketahui, apakah kedua tersangka sebagai bandar (pemilik) sabu 25Kg itu, atau hanya sebagai kurir.

“Semuanya masih dalam proses penyidikan dan belum bisa dimintai keterangan lebih mendalam, karena salah satu tersangka masih menjalani perawatan,” kata Kapolda.

Ditambahkan Kapolda, penangkapan ini melalui proses panjang dan profesional dari Tim Ditresnarkoba.

“Penangkapan ini tidak secara kebetulan dan tiba-tiba. Tapi melalui penyelidikan yang panjang hingga akhirnya dua orang ini berhasil ditangkap,” jelasnya.

Saat ini kata Kapolda lagi, masih terus dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar di Wilayah Sulteng, khususnya di Kota Palu.

“Pastinya tersangkanya nanti akan bertambah dan kedua tersangka akan dikenakan hukuman mati,” tutup Kapolda.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulteng meringkus pembawa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 25 kilogram (Kg), Minggu (28/6/2020) malam.

Penangkapan terhadap pelaku ini dilakukan di Pos pemeriksaan PAM Covid-19 di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, sekira Pukul 22.48 Wita.

Pelaku ditangkap saat membawa sabu-sabu siap edar tersebut dengan mengendarai mobil jenis Hardtop dengan Nolpol DN 1945 LK. [***]

Penulis: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News