Pembunuhan di Sigi, Pelaku Juga Melakukan Penjarahan

  • Whatsapp
Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso meninjau lokasi pembunuhan sadis dan pembakaran rumah warga di Lembontongoa, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Provinsi Sulteng, Sabtu (28/11/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 103
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan empat orang warga Dusun ST 2 Lewono, Desa Lembontongoa, Kecamatan Palolo  Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Jumat (27/11/2020). Selain melakukan pembunuhan secara sadis dan membakar rumah warga, pelaku juga menjarah beras di rumah korban.

Hal itu disampaikan Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso saat menggelar jumpa pers bersama Danrem 132 Tadulako  Brigjen TNI Farid Makruf MA, di Rujab Kapolda di Palu, Minggu (29/11/2020) pagi.

Lihat Juga

Di hadapan sejumlah jurnalis Kapolda menuturkan, berdasarkan keterangan para saksi, pelaku diperkirakan berjumlah 8 orang.

“Sekira Pukul 9.00 Wita, para pelaku masuk ke rumah warga melalui pintu belakang untuk mengambil beras. Setelah berhasil, mereka mengeksekusi korban,” jelas Irjen Pol Abdul Rakhman Baso.

Usai mengeksekusi, para pelaku kemudian membakar 6 rumah warga sekitar. 4 rumah diantaranya rata tanah hangus terbakar. Sedangkan 2 rumah lainnya, hanya terbakar di bagian dapur yang beratap rumbia.

Dalam keterangannya, Kapolda kembali meluruskan bahwa tidak ada gereja di kompleks pemukiman warga yang terbakar seperti kabar dan video yang beredar di berbagai medsos. Yang ada hanya rumah warga yang biasa digunakan ibadah.

“Saya luruskan tidak ada gereja. Yang ada hanya rumah untuk pelayanan umat dan tidak setiap hari, hanya bersifat tentatif. Saya tegaskan, Faktanya tidak sesuai dengan video yang beredar tentang ada pembakaran gereja,” tegasnya.

Kapolda menjelaskan, untuk memastikan pelaku adalah kelompok MIT, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kondisi korban sama dengan korban-korban sebelumnya yang pernah dilakukan kelompok ini.

“Setelah dilaksanakan olah TKP oleh Satgas Tinombala yang di-backup Polres Sigi, hasilnya sama seperti kejadian-kejadian yang pernah terjadi sebelumnya,” jelas Kapolda.

“Kemudian kita lakukan penyelidikan mendalam dengan mewawancarai saksi yang melihat langsung kejadian, bagaimana cara korban dianiaya serta mengkroscek dengan memperlihatkan foto DPO kelompok MIT yang menjadi target Satgas Tinombala, bahwa benar pelaku adalah kelompok MIT pimpinan Ali Kalora,” ungkapnya.

Sementara empat warga yang menjadi korban kata Kapolda, tidak semua keluarga langsung. Korban masing-masing bernama
Yasa, Pino, Naka dan Pedi.

“Satu keluarga tapi hanya dua yang keluarga langsung,”ujarnya.

Pemukiman Dusun ST Lenowo di Desa Lembantongoa itu terdapat 50 rumah warga, namun hanya sekira 9 Kepala Keluarga (KK) yang menetap.

Kapolda menambahkan, terdapat beberapa suku yang mendiami lokasi yang cukup sulit diakses itu.

“Ada yang muslim, ada juga non muslim. Di sana toleransi juga tergaja cukup baik,” imbuh Kapolda.

Akibat kejadian tersebut warga di sekitar menjadi trauma. Untuk meghilangkan rasa takut warga sekitar dilaksanakan trauma healing serta memberikan bantuan kepada warga.

“Untuk menjamin keamanan warga, kami menambah jumlah pasukan termasuk personil Satgas Tinombala untuk melakukan penjagaan, termasuk melakukan trauma healing, agar warga bisa bertahan dan merasa aman saat menjalani aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Kapolda juga berharap bantuan semua pihak untuk menuntaskan permasalahan kelompok MIT ini, agar masyarakat dapat hidup dengan tenang, nyaman dan aman.[Red]

Berita Terkait

Google News