Pemkab Tolitoli Akan Buka Tempat Ibadah dan Pintu Masuk di Perbatasan

  • Whatsapp
Salah satu jalur masuk ke Kabupaten Tolitoli yang ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19, akan dibuka kembali mulai 29 Mei 2020. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 516
    Shares

Tolitoli, JurnalNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli akan mengakhiri masa tanggap darurat Covid-19 pada 29 Mei 2020. Dengan berakhirnya masa tanggap darurat itu, pos penjagaan di tiga titik perbatasan di wilayah tersebut akan dibuka kembali.

Rencana pembukaan pos penjagaan di tiga titik perbatasan itu ditetapkan pada rapat koordinasi Satgas Covid-19 yang digelar koordinasi di Aula Wisma Daerah Balre Tau Dako Lipu Tolitoli, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga

Rapat yang dipimpin Bupati Tolitoli Hi. Moh Saleh Bantilan, SH, MH didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Moh. Randy Saputra, AR, dihadiri Sekretaris Daerah Drs. Hi. Mukaddis Syamsuddin, M.Si, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta seluruh Tim yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli.

Dalam rapat koordinasi tersebut disepakati, akan membuka kembali seluruh akses masuk ke wilayah Kabupaten Tolitoli baik melalui jalur darat, laut dan udara.

Tiga jalur darat di titik perbatasan itu yakni di perbatasan Tolitoli dan Kabupaten buol, kemudian perbatasan Tolitoli dengan Kabupaten Parimo, tepatnya di Desa Labonu, serta perbatasan dengan Kabupaten Donggala tepatnya di Desa Kombo.

Advertisements

“Rencananya mulai tanggal 29 Mei, tiga pos perbatasan dibuka dan semua petugas di pos jaga perbatasan akan ditarik,” kata Bupati Tolitoli sekaligus Ketua Satgas Covid -19 Kabupaten Tolitoli, Saleh Bantilan.

Selain tiga titik pos perbatasan dibuka, dalam hasil rapat juga menyimpulkan akan membuka kembali semua tempat ibadah.

“Kami juga akan membuka kembali semua tempat ibadah,” tambah Bupati.

Pembukaan kembali kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah ini akan diatur secara teknis dengan Surat Edaran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli.

Selain itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli tetap melaksanakan tugas dengan melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat melalui posko-posko yang akan dibentuk oleh jajaran TNI/Polri maupun di tempat-tempat umum lainnya.

Meskipun kesimpulan hasil rapat telah menetapkan tiga titik pos perbatasan dan tempat ibadah kembali dibuka, masyarakat diminta untuk mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti imbauan pemerintah.

“Saya minta masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya.

Bupati mengatakan, keputusan ini akan dievaluasi setelah diberlakukan selama satu bulan. Hal ini dilakukan agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan lancar. [***]

Penulis: Rahmadi Manggona/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News