Pemuda Pancasila Diharapkan Bisa Bersinergi dengan Pemda

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno berharap organisasi Pemuda Pancasila sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang berbasis masyarakat, dapat bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Hubungan antara Pemuda Pancasila Sulteng dengan pemerintah daerah, seharusnya jauh lebih baik lagi,” kata Japto dalam sambutan pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Provinsi Sulawesi Tengah, di Palu, Jumat (20/10/2017) malam.

Baca Juga

Karena, katanya seperti yang dikutip Antara, gubernur Sulteng saat ini merupakan kader organisasi yang tidak lain juga merupakan keluarga besar Pemuda Pancasila,

Muswil yang dibuka resmi oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola, turut pula dihadiri Bupati Tolitoli, Bupati Banggai Kepulauan dan Wakil Bupati Tojo Una-una yang merupakan kader Pemuda Pancasila.

Bagi Japto, dirinya bukan orang yang baru di Sulawesi Tengah dan merupakan bagian dari dari seluruh masyarakat Sulteng.

“Saya pernah datang ke Sulteng sekitar tahun 1980-an, untuk membuka cabang-cabang Pemuda Pancasila di kabupaten dan kota,” ungkapnya.

Menurut Japto, dalam Muswil yang harus dilakukan adalah evaluasi terkait program kegiatan yang telah dilakukan selama lima tahun lalu, serta menyiapkan program yang akan dilakukan hingga lima tahun akan datang.

“Seharusnya semua pengurus pengurus cabang kabupaten dan kota, datang ke arena Muswil membawa program kerja yang akan dilaksanakan, sehingga siapa tahu ada program yang dapat dikerjakan bersama,” katanya.

Terkait dengan siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan Ketua MPW PP Sulteng, HM Arus Abdul Karim yang telah berakhir, Japto kembali menegaskan yang harus dipertimbangkan adalah mereka yang mampu mengakomodir semua kekuatan yang ada, untuk mewujudkan Sulteng lebih baik.

“Silahkan dilakukan musyawarah, tidak perlu ada selisih paham,” harap Japto.

Japto juga menyatakan Pemuda Pancasila merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang berbasis masyarakat.

“Bukan untuk kepentingan politik praktis, apalagi untuk kepentingan individu dan golongan,” tegas Japto.

Japto menyatakan tugas kader organisasi yakni menjaga dan melindungi Pancasila, sebagai filosofi kehidupan bangsa dan negara. Selanjutnya menyosialisasikan Pancasilan yang betul-betul murni, sesuai dengan naskah asli yang dibacakan Presiden Sukarno tanggal 17 Agustus 1945.

“Mengamalkan Pancasila dalam organisasi dengan cara melaksanakan kaderisasi secara rutin,” ujarnya.

Pemuda Pancasila kata Japto, dilahirkan 28 Oktober 1959, dalam rangka membuktikan bahwa ada kekuatan besar yang bersatu dengan angkatan perang republik Indonesia kala itu, dalam rangka mendukung pemerintah serta menjaga keputusan presiden dalam Dekrit Presiden, karena masih banyak usaha yang menolak kehadiran Pancasila.

Kemudian tugas lain dari kader dan pengurus organisasi yakni meningkatkan kesejahteraan anggota serta meningkatkan pendidikan dalam keluarga.

Terkait dengan konsolidasi organisasi kata Japto, juga merupakan permasalahan secara nasional, namun jangan sampai ini menimbulkan perpecahan dalam organisasi.

“Lebih baik kita melihat musuh yang jelas-jelas datang, walapun itu besar dan jelas, sehingga kita akan terkonsolidasi dengan baik untuk melawan. Tetapi kalau kalau anak yang melawan bapaknya, atau musuh dari dalam organisasi sendiri, ini menjadi masalah dan cenderung menjadi perpecahan,” tuturnya.

Sehingga perlu dilakukan musyawarah dan kederisasi yang berkelanjutan, dari tingkatan pratama, madya hingga utama.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, sebagai kader Pemuda Pancasila, dirinya menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk evaluasi dan membuat program untuk kepentingan anggota.

Gubernur berharap kepengurusan yang terpilih nantinya dapat jauh lebih baik, lebih maju dan lebih mandiri. Sehingga nantinya dapat bersinergi dengan pemerintah provinsi Sulteng, untuk mewujudkan visi Pemprov saat ini yakni Sulteng maju, mandiri dan berdaya saing.[Ant]

 

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News