Penduduk Miskin Terbanyak Sulteng di Tojo Unauna

  • Whatsapp
(Ilustrasi)
Bagikan Artikel Ini
Palu – Jumlah penduduk miskin tingkat kabupaten dan kota terbanyak di Sulawesi Tengah berada di Kabupaten Tojo Unauna yang mencapai 22,37 persen dari jumlah penduduk setempat.

Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah JB Priyono, Rabu (10/4), mengatakan persentase tersebut tinggi karena penduduk Tojo Unauna lebih sedikit dibanding 10 kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tengah.

“Akan tetapi dari jumlah penduduk miskin, paling banyak terdapat di Kabupaten Parigi Moutong yakni 79.127 jiwa atau 18,70 persen,” kata Priyono.

Baca Juga

Dia mengatakan, indikator penduduk miskin tersebut dari kondisi perumahannya tidak memiliki listrik, tidak ada toilet, dinding rumah terbuat dari bambu, tidak ada air bersih, luas lantai per kap sempit. Sementara dari sisi jam kerja lebih pendek.

Mereka umumnya berada di pedesaan dan hidup dari sektor pertanian.

Sementara itu daerah yang rendah penduduk miskinnya berada di Kota Palu yakni 9,24 persen atau 31.784 jiwa.

Secara keseluruhan jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah hingga September 2012 sebesar 14,94 persen atau 409 ribu dari jumlah penduduk 2,6 juta jiwa.

Priyono mengatakan, jika melihat kondisi ketersediaan infrastruktur pendidikan, kesehatan dan perekonomian di pedesaan Kota Palu lebih baik dibanding 10 kabupaten lainnya.

Infrastruktur pendidikan, sarana kesehatan dan jalan yang dapat dilalui kendaraan setiap kelurahan/desa sudah mencapai 100 persen.

“Artinya setiap kelurahan di Kota Palu memiliki sekolah dasar dan sederajat, punya puskesmas atau pustu dan jalannya bisa dilalui kendaraan roda empat,” katanya.

Sementara di Tojo Unauna hanya 95 persen dari jumlah desa memiliki sekolah dasar, 86 persen desanya memiliki sarana kesehatan dan hanya 66 persen jalannya yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Dari sisi ketersediaan infrastruktur perekonomian yakni ketersediaan bank umum di Tojo Unauna baru 1,65 persen dari seluruh desa/kelurahan, 0,83 persen bank perkreditan rakyat dan 30,5 persen pasar dengan kondisi bangunan permanen dan semi permanen.

“Artinya masih ada sekitar 60,5 persen dari desa yang ada di Tojo Unauna tidak memiliki fasilitas bangunan pasar,” katanya.***

 

Sumber: Antarasulteng.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News