Pengajuan Cawagub Sulteng Tidak Sesuai Tatib

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ketua Panitia Pemilihan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Zainudin Tambuala mengatakan pengajuan bakal calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) ke DPRD setempat tidak sesuai tata tertib (Tatib) pemilihan.
“Dalam tata tertib itu hanya dua yang diajukan,” kata Zainuddin menanggapi nama calon wakil gubernur yang diajukan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola ke DPRD.

Dikutip dari Antarasulteng.com, Jumat (26/5/2017), Zainudin mengatakan dirinya yakin Gubernur juga tahu bahwa nama yang harus diajukan ke DPRD cukup dua orang untuk selanjutnya ditetapkan sebagai calon dipilih oleh anggota DPRD.

Baca Juga

“Saya duga di sana (Gubernur) buntu sehingga diajukan tiga nama,” katanya.

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan panitia pemilihan yang terdiri dari 13 orang belum tahu kendala yang dihadapi gubernur sehingga terpaksa mengajukan tiga nama bakal calon.

Tiga nama tersebut yakni Hidayat Lamakarate, Zainal Daud. Keduanya mengantongi rekomendasi dari tiga partai politik yakni Gerindra, PKB dan PBB. Satu orang lagi yakni Oskar Paudi yang mengantongi rekomendasi dari PAN. Ketiga nama tersebut sudah diterima pimpinan DPRD pekan lalu.

Zainudin menduga diajukan tiga nama calon tersebut kemungkinan ada sesuatu yang mengganjal sehingga perlu dibicarakan bersama.

Zainudin mengatakan panitia pemilihan akan menggelar rapat bersama gubernur terkait calon yang diajukan sehingga bisa ditemukan solusi agar kekosongan wakil gubernur yang ditinggal Almarhum Sudarto segera terisi.

“Kemungkinan dalam bulan Ramadhan ini juga akan kita bicarakan,” katanya.

Dia mengatakan satu sisi wakil gubernur tidak boleh dibiarkan terus terjadi kekosongan wakil gubernur, namun di sisi juga proses pemilihannya harus berjalan sesuai aturan yang ada.

Menurut Zainudin pemilihan wakil gubernur yang rencananya digelar 5 Juni 2017 dipastikan bergeser.

Dirinya belum bisa memastikan waktu pemilihan, namun ia menjamin pemilihan segera dilakukan karena panitia pemilihan tidak ingin agenda pemilihan wakil gubernur tersebut menjadi beban panitia. [***]

Source; Antarasulteng.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News