Pengakuan Pelaku Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan.
Bagikan Artikel Ini
  • 59
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah ditangkap. Indonesia Police Watch atau IPW mengklaim sebelumnya telah mendapat informasi valid mengenai pelaku tersebut.

“Dia menyerang Novel dengan air aki mobil yang sudah dicampur air, yang dia siapkan sebelumnya. Tujuannya karena merasa kesal dan dendam dengan ulah Novel yang tidak dijelaskan yang bersangkutan kenapa yang bersangkutan dendam pada Novel,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Vivanews.com.

Baca Juga

Memuat...

Kemudian, terduga pelaku katanya minta diantarkan oleh temannya ke kawasan perumahan Novel di Kelapa Gading dengan sepeda motor. Menurut Neta, temannya tidak tahu menahu bahwa terduga pelaku akan menyerang Novel.

“Teman terduga juga seorang anggota Brimob di Kelapa Dua. Namun saat menyerahkan diri, si pengantar ikut juga ke kantor polisi bersama terduga pelaku,” ujar Neta.

Neta menyebut, keduanya terlambat menyerahkan diri hingga kasus Novel melebar ke mana-mana. IPW berharap kasus Novel ini ke depan tetap dibuka Polri dengan transparan ke publik.

“Dengan transparannya pengungkapan kasus ini, kasus Novel bisa segera dituntaskan, sehingga Polri tidak terus menerus tersandera kasus Novel,” kata Neta.

Polisi Gali Motif Penyerangan
Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, institusinya masih mendalami motif RB dan RM melakukan penyiraman terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Saat ini, terhadap kedua pelaku tersebut masih dalam pemeriksaan awal, sehingga belum diketahui motifnya.

“Sabar ini sedang pemeriksaan awal. Belum bisa kita sampaikan karena masih dalam pemeriksaan,” kata Argo, Jumat 27 Desember 2019.

Argo menceritakan, dalam pengungkapan kasus tersebut, kepolisian telah menjalani proses panjang. Mulai dari melakukan tujuh kali olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa 73 saksi.

Tim Inafis dan juga Laboratorium Forensik Mabes Polri telah dikerahkan untuk mengungkap kasus ini. Akhirnya, setelah lebih dari dua tahun, kasus tersebut akhirnya dapat diungkap.

“Kita melalui penyelidikan panjang dan kemudian juga penyidikan-penyidikan dan penyidik juga melakukan olah TKP pra rekon tujuh kali. Kemudian juga memeriksa beberapa saksi yang sekitar 73 saksi,” ujarnya.

Untuk informasi lebih lanjut, terkait apakah pelaku bergerak secara perorangan atau terorganisasi, Argo belum dapat mengatakannya. Argo meminta publik untuk bersabar karena saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan.

Sebelumnya, dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, RM dan RB, telah ditangkap oleh kepolisian. RM dan RB diringkus di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, dan saat ini status RM serta RB telah ditetapkan sebagai tersangka. [***]

loading...

Berita terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA