Pengangguran Lulusan Universitas Mencapai 737 Ribu Orang

Ilustrasi Bursa kerja [Okezone]
Bagikan Artikel Ini
  • 265
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Pemerintah masih menghadapi persoalan tingginya angka pengangguran terdidik. Hal ini tercermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan universitas dengan rentang pendidikan S1 hingga S3 yang mencapai 737 ribu orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2019, jumlah pengangguran lulusan universitas mencapai 5,67 persen dari total angkatan kerja sekitar 13 juta orang. Meski persentasenya turun dibandingkan Agustus 2018 yang 5,89 persen, angkanya di atas rata-rata pengangguran nasional yang sebesar 5,28 persen.

Baca Juga

Dilansir dari iNews.id, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pengangguran itu terjadi karena bertambahnya angkatan bekerja yang tidak terserap sepenuhnya oleh lapangan pekerjaan.

“Pada Agustus 2019, jumlah penduduk usia kerja 197,9 juta kalau dilihat komposisinya dibanding Agustus 2018 berarti ada peningkatan jumlah penduduk usia kerja,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Selain lulusan universitas, kata Suhariyanto, angka pengangguran lulusan DI-III juga cukup tinggi yakni 5,99 persen dari total angkatan kerja lulusan DI-III. Meski begitu, lulusan SMK masih menempati posisi teratas dalam daftar pengangguran tertinggi dengan persentase hingga 10,42 persen.

Loading…

BPS mencatat, jumlah lulusan universitas yang bekerja per Agustus 2019 mencapai 12,27 orang. Angka tersebut 9,7 persen dari total angkatan kerja yang mencapai 133 juta orang.

Meski masih tinggi, Suhariyanto menyebut porsi tenaga kerja lulusan universitas dari total penduduk yang bekerja terus meningkat. Pada Agustus 2018, porsi lulusan universitas yang bekerja 9,4 persen sementara Agustus 2017 sebesar 9,45 persen.

Selain itu, data BPS menunjukkan semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan, semakin besar upah yang diperoleh. Upah buruh lulusan universitas rata rata mencapai Rp4,58 juta atau di atas rata-rata besaran upah buruh nasional yang hanya Rp2,91 juta.

Upah buruh lulusan diploma juga di atas rata-rata yaitu sebesar Rp3,75 juta. Namun untuk jenjang di bawahnya upah buruh juga di bawah rata-rata, lulusan SMK Rp2,87 juta, SMA Rp2,84 juta, SMP Rp2,12 juta, dan SD ke bawah Rp1,80 juta.

“Hal ini dapat berarti bahwa buruh berpendidikan universitas menerima upah 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan buruh berpendidikan SD,” katanya. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA