Pengawasan Lemah, Pelaksana Proyek Ruas Buol-Lingadan Diduga Abaikan Kualitas

  • Whatsapp
Material pasir laut yang digunakan PT. Restu Agung Perkasa pada proyek Preservasi Jalan Nasional di ruas Buol-Lakuan-Laulalang-Lingadan, Provinsi Sulteng. | Foto: Rahmadi Manggona
Bagikan Artikel Ini
  • 103
    Dibagikan

JurnalNews – Lemahnya pengawasan membuat pelaksana sejumlah proyek jalan nasional (PJN) di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah tak berkualitas. Salah satunya proyek preservasi jalan nasional ruas Buol – Lakuan -Laulalang – Lingadan, Tahun 2021 yang ditengarai menggunakan pasir laut, sehingga patut diduga pelaksana mengabaikan kualitas pekerjaan tersebut.

Yusuf Andi Mappiase salah satu aktivis Kabupaten Tolitoli, mengkritisi proyek pemeliharaan jalan nasional tersebut.

Baca Juga

Ia meyakini kualitas jalan akan berada di bawah standar akibat penggunaan pasir laut yang tidak melalui distabilisasi dengan cara menghilangkan kandungan garamnya.

“Jika hal tersebut telah dilakukan, maka pasir laut itu bisa dijadikan material karena kandungan garam sulfanya tidak ada.
Namun untuk menghilangkan kadar garam sulfat pada pasir laut, bukan hanya disiram begitu saja lalu digunakan. Prosesnya itu, memakan waktu 2 sampai 3 bulan baru bisa dimanfaatkan, ” tegasnya.

Menurut Andi Mappiase, semua ini terjadi karena lemahnya pengawasan PT Bintang Inti Megatama selaku konsultan, proyek Rp17,7 miliar tersebut.

Harusnya konsultan pengawas, cermat melakukan pengawasan dan evaluasi, bukan justru melakukan pembiaran di lapangan ada material yang di bawah standarisasi dan tidak sesuai RAB tapi tetap dipaksakan.

“Kami berharap konsultan tidak kehilangan fungsi kontrolnya, apalagi pengawas kan dibayar juga dari anggaran APBN,” tandas Andi Yusuf Mappiase, Kamis 10 Juni 2021.

Pos terkait

Google News