Pengawasan Lemah, Pelaksana Proyek Ruas Buol-Lingadan Diduga Abaikan Kualitas

  • Whatsapp
Material pasir laut yang digunakan PT. Restu Agung Perkasa pada proyek Preservasi Jalan Nasional di ruas Buol-Lakuan-Laulalang-Lingadan, Provinsi Sulteng. | Foto: Rahmadi Manggona
Bagikan Artikel Ini
  • 103
    Dibagikan

Sebelumnya, Kasatker PJN Wilayah I, Irfan yang dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan keterangan secara rinci karena belum mendapatkan laporan dari tim di lapangan.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Davis yang dikonfirmasi soal penggunaan material pada pekerjaan pasangan batu menyebutan, bahwa material berupa pasir pantai yang digunakan tidak ada masalah. Asalkan pasir pantai yang sudah bertahun-tahun di darat, dan kadar garamnya sudah berkurang.

Baca Juga

“Kalau cuma pekerjaan pasangan batu, tidak ada masalah kalau material pasir yang digunakan sudah bertahun tahun di darat dan kadar garamnya sudah berkurang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ilham selaku pelaksana pekerjaan dengan nilai kontrak Rp17.716.742.000,00 itu juga mengakui menggunakan material pasir laut yang diambil dari tepi pantai Desa Pinjan, Kecamatan Tolitoli Utara.

Ilham beralasan, material yang digunakan selama ini hanya mengikuti pekerjaan-pekerjaan jalan sebelumnya.

“Materialnya sudah lama digunakan pada pekerjaan sebelumnya, jadi kami tinggal mengikuti,” jelasnya.

Saat ditanyakan apakah material yang digunakan sudah dilakukan uji laboratorium, ia tidak dapat memberikan penjelasan. Karena selama ini belum pernah melihat lokasi pengambilan material, baik yang ada di Desa Lakea maupun di Desa Pinjan.

“Kami belum pernah lihat lokasi pengambilan material, yang tahu itu mandor,” bebernya.

Namun Ilham meminta kepada media ini agar tidak membesar-besarkan soal penggunaan material berupa pasir laut.

“Kalau bisa pak tidak usah dibesar-besarkan,” pintanya via telepon. ***

Berita Terkait

Google News