Penipuan Catut FK Untad Terungkap, Pelaku Raup Ratusan Juta Rupiah

  • Whatsapp
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng Kombes Pol. Afrizal, menggelar jumpa pers terkait penagkapan pelaku penipuan yang mencatut Fakultas Kedokteran Untad, Rabu 13 Januari 2021. Kedua pelaku (baju tahanan) dan sejumlah uang yang diduga hasil tindak kejahatan turut diamankan penyidik. | Foto: Humas Polda Sulteng
Bagikan Artikel Ini
  • 79
    Dibagikan

JurnalNews – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) berhasil meringkus dua pelaku penipuan dengan modus mencatut nama Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) Palu.

Dua pelaku yang berinisial MYT (26 th) dan RA (24 th) ini telah beraksi sejak 2014 dan meraup ratusan juta rupiah.

Lihat Juga

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan, kedua pelaku beraksi dengan cara melakukan manipulasi data, yang seolah-olah data tersebut berasal dari pihak Untad.

Kronologis terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan orang tua calon mahasiswa, yang melakukan klarifikasi kepada Rektor Untad, tentang adanya pesan melalui Whatsapp Group (WAG) dengan nama akun Admin Untad.

“Melalui akun tersebut, pelaku menawarkan jasa pengurusan agar bisa masuk Prodi Kedokteran tahun 2020 dengan meminta imbalan pengurusan,” jelas Kombes Didik Supranoto yang didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng Kombes Pol. Afrizal kepada sejumlah media di Palu, Rabu 13 Januari 2021.

“Berdasarkan ada informasi tersebut, akhirnya pihak universitas melaporkannya ke Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng,” sambung Didik.

Berdasarkan laporan tersebut, jajaran Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap ke dua pelaku yakni MYT dan RA.

“Selain modus tersebut diatas, tersangka MYT sebagai “Admin Untad” juga membagikan surat edaran palsu tentang kebijakan Untad, terkait penambahan kuota di Fakultas Kedokteran dan ilmu Pendidikan program studi kedokteran yang terdaftar dalam semester berikutnya, yakni tahun akademik 2020/2021,” jelas Kombes Pol. Didik

Didik juga menerangkan, tersangka MYT sebenarnya berprofesi sebagai teknisi service computer yang berlamat di Jalan S. Parman Palu.

Berita Terkait

Google News