Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Oleh: Fajaria Citradara
Di masa Pandemi Covid-19 para pelajar diwajibkan untuk belajar secara online. Di mana lebih dari satu tahun lamanya, para pelajar mulai dari SD sampai SMA telah menggunakan kegiatan belajar secara online.

Para guru dan orang tua menjadi peran penting saat ini dalam dunia pendidikan. Peran orang tua memberikan dampak positif terhadap sistem pendidikan saat ini, dimana peran orang tua adalah sebagai pembantu guru di rumah untuk mengawasi berjalannya proses belajar dan mengajar baik via zoom class buat anak dirumah.

Baca Juga

Bukan hanya peran orang tua saja yang memberikan dampak positif pada berjalannya sistem pendidikan saat ini. Para guru di sekolah adalah peranan yang paling terpenting dalam memberikan pembelajaran di masa online. Para guru harus menciptakan kreatifitas yang lebih dalam memberikan pembelajaran yang menarik agar anak bisa menerima dengan baik.

Di beberapa sekolah yang bertaraf Internasional telah mengubah sistem belajar dan mengajarnya menjadi sistem full online selama pandemi ini. Mulai dari anak usia dini 2- 6 Tahun sudah mampu mengikuti proses belajar secara online dengan teratur. Mereka beradaptasi dengan baik sejak awal pandemi.

Salah satu sekolah yang berkurikulum Montessori menerapkan sistem belajar sambil bermain melalui daring. Bahkan mereka tidak hanya mengembangkan pelajaran akademik tetapi juga menstimulasi anak-anak secara motorik kasar dan halus dan juga menstimulasi perkembangan berfikirnya (kognitif).

Setiap anak mempunyai daya kemampuan yang berbeda-beda. Di masa usia dini lah yang harus kita kembangkan secara kemampuan berfikir, beradaptasi, dan juga kemampuan lainnya.

Masih banyak para orang tua yang masih berfikir bahwa anak-anak usia dini belum perlu untuk belajar. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi sebagai orang tua ada baiknya jika kita mulai menyadari betapa pentingnya pendidikan di usia dini. Karena pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di jaman sekarang ini membutuhkan stimulasi yang tepat agar anak-anak kita tumbuh dengan baik.

Bukankah kita tidak mau, jika anak-anak kita hanya percaya bahwa kepintaran itu hanya di dapat ketika kita mendapatkan ranking pertama di kelas. Padahal seharusnya, kita wajib menanamkan bahwa kepintaran itu tidak hanya jika kita bisa menjadi juara di kelas.

Nah! Wajib untuk orang tua ketahui bahwa pendidikan yang paling dasar adalah membentuknya suatu karakter anak ketika dia masih di dalam kandungan sampai dia berusia lima tahun atau biasa disebut dengan golden age. Di masa-masa itu adalah masa-masa yang paling baik untuk menstimulasi perkembangan otak anak secara alami.

Dalam masa periode golden age atau masa keemasan ini sangat mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.

Perlunya rangsangan yang tepat untuk dapat membuat anak menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bersosial dengan baik, mempunyai kreatifitas yang tinggi, mempunyai daya kemampuan berfikir yang baik, dan lain sebagainya. Bagaimana merangsang atau menstimulasi anak dengan tepat di usia dini.

Belajar sambil bermain
Belajar dan bermain adalah cara yang efektif untuk merangsang pertumbuhan anak di usia dini. Untuk anak usia 1,5 – 2 tahun berikan dia rangsangan sensory yang baik.

Jika anak anda suka bermain dengan bonekanya atau bermain blocks (lego) yuk kita coba untuk memberikan rangsangan berupa warna, tekstur (kasar atau lembut), bentuk atau size (besar atau kecil), mewarnai, mencoret – coret di buku gambar.

Dengan cara ini kita jadi bisa mengajarkan banyak hal dan juga kita bisa mengajarkan kosa kata yang tepat kepada anak.

Sedangkan untuk anak yang usianya lebih dari 2 tahun kita bisa mengajarkan mereka berbagai macam bentuk, huruf dan angka, pengetahuan tentang binatang, pepohonan, serta sudah mulai di ajarkan membuat kreatifitas melipat, menggunting, berhitung, membaca, memasukan 2 bahasa sekaligus, membuat percobaan sederhana dirumah, melompat dan berfikir untuk memiliki ide permainan yang menarik yang bisa kita tanyakan kepada anak.

Berbagai macam ide kreatif untuk kita terapkan di rumah sebagai bentuk pengajaran sederhana sudah banyak diterapkan di sekolah sekolah, bahkan kita juga sudah bisa temui di internet banyaknya ide kreatif yang bisa kita pakai sebagai metode bermain sambil belajar.

Orang tua saat ini yang sibuk bekerja biasanya banyak menghabiskan waktunya di kantor. Bila waktu anda terlalu sempit untuk quality time bersama anak, setidaknya anda bisa meluangkan waktu 5-10 menit setiap harinya dengan bermain sambil belajar.

Dalam tahapan tumbuh kembang anak di usia ini mereka membutuhkan waktu yang singkat untuk mengingat dan menghapal dalam segi apapun.

Dalam waktu 5-10 menit kita bisa mengajarkan dan membentuk karakter anak yang kita inginkan di masa tersebut. Di usia ini anak-anak sedang belajar untuk memhami, melihat, bertindak, meng-copy apa yang dia lihat dan dia dengar.

Di saat inilah kita harus menjadi peran utama untuk pembentukan karakter dan juga figure yang anak kita inginkan.

Membaca Buku
Membaca buku juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kognitif anak. Dengan adanya kebiasaan membaca buku yang kita terapkan kepada anak akan membuat perkembangan daya pikir dan otak anak. Mereka bisa belajar berdiskusi dan mengetahui isi dari buku tersebut. Sehingga membentuk daya kreatifitas, imajinasi, kosakata dan perkembangan eksplorisasi.

Musik atau Gerak dan Lagu
Mendengarkan musik, berdansa, bernyanyi dan memainkan alat music sederhana juga bisa menstimulasi kognitif anak serta bisa mengontrol emosi mereka. Dengan musik mereka juga bisa belajar mengekpresikan perasaan.

Di samping dengan sekolah, cara-cara ini juga bisa kita terapkan di rumah oleh para orang tua. Jangan lupa bahwa pendidikan usia dini sangatlah penting bagi perkembangan anak-anak di masa sekarang ini.

Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan anak, mendampingi anak ketika mereka menonton tv atau bermain gadget, sisipkanlah waktu untuk bermain bersama anak. Mari kita bentuk anak Indonesia yang cerdas dan berahlak mulia. ***

(Penulis adalah guru Anak Usia Dini dan sedang kuliah di Universitas Siber Asia)

Disclaimer: Setiap artikel Opini sepenuhnya tanggungjawab penulis

Berita Terkait

Google News