Penunjukan Pasha Ungu Sebagai Ketua DPP PAN Berkaitan dengan Pilgub Sulteng

  • Whatsapp
Sekjen PAN Eddy Soeparno. {Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 38
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Penunjukan Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu sebagai Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menuai pertanyaan banyak pihak.

Pasalnya, nama Pasha tidak termasuk ke dalam struktur PAN yang disahkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Maret 2020 lalu.

Baca Juga:

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno mengakui bahwa penunjukan Pasha oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berhubungan dengan Pilkada Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tengah (Sulteng), di mana Pasha sebelumnya diproyeksikan sebagai Calon Wakil Gubernur Sulteng.

“Ya memang kalau kita menjadi bagian dari struktur DPP itu memang dibutuhkan komitmen yang kuat, terutama komitmen waktu ya. Pada saat itu kan kita berpikir Pasha itu sudah diproyeksikan menjadi calon kepala daerah di Pilgub Sulteng,” kata Eddy yang dilansir SINDO Media, Jumat (25/9/2020).

Advertisements
Advertisements

Eddy menjelaskan, jika pada Pilkada 2020 ini Pasha jadi maju sebagai kontestan, maka Wakil Wali Kota Palu ini tidak bisa memiliki waktu penuh untuk menjadi pengurus DPP PAN mengingat, pada struktur PAN 2015-2020, Pasha juga didaulat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN dan akibat kesibukan sebagai kepala daerah, Pasha tidak memiliki waktu untuk partai.

“Ketika itu Pasha maju dia tidak bisa full time menjadi pengurus DPP mengingat di periode sebelumnya Pasha Wasekjen, tetapi karena kesibukan sebagai Wakil Wali Kota tidak efektif waktu yang bisa didedikasikan ke partai,” jelas Wakil Ketua Komisi VII DPR itu.

Menurut Eddy, sebelum penunjukan Pasha sebagai Ketua DPP PAN, pihaknya sudah melihat bahwa kesibukan Pasha sekarang ini sudah mulai menurun dan kemungkinan juga nanti saat Pasha selesai menunaikan tugasnya di Kota Palu, Pasha akan punya waktu lebih untuk berkontribusi ke partai.

Advertisements

“Jadi ini alasannya, Pasha langsung ditunjuk jadi Ketua Bidang Kepemudaan, Seni dan Olahraga. Dan jabatan itu sudah ada sejak periode sebelumnya,” ujarnya. [***]

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News