Penyakit Keturunan Bisa Dihindari? Simak Penjelasan dr. Zaidul Akbar

dr. Zaidul Akbar. | Tangkap layar Youtube dr. Zaidul Akbar Official
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Tak hanya bentuk wajah dan sifat, kamu mungkin mewarisi penyakit keturunan dari orang tua atau kakek nenek kamu. Bisakah hal ini dicegah?

Dikutip dari akun Instagram pribadinya @zaidulakbar yang diunggah pada Senin, 3 Januari 2022, dalam sebuah kajian, dr. Zaidul Akbar sempat membeberkan mengenai penyakit keturunan.

Baca Juga

Menurut pendakwah yang juga dokter tersebut, penyakit keturunan disebabkan oleh emosi yang bermasalah.

“Seperti postingan saya sebelumnya tentang itu, ulama islam menyebutkan bahwa dasar dari penyakit fisik adalah emosi yang bermasalah itu kuncinya. Maka jika ada penyakit tertentu coba cek dulu di rantai nasab keluarga tersebut, adakah emosi yang dijaga atau dipelihara oleh keluarga tersebut yang sejatinya itulah biang kerok masalahnya yg perlu diperbaiki (tanpa perlu menyalahkan siapapun ya),” tulis dr. Zaidul Akbar.

Lebih lanjut, dr. Zaidul Akbar mengatakan emosi atau sifat yang diturunkan tersebut biasanya akan dimulai saat seorang anak masih dalam kandungan 0-9 bulan.

Lalu kemudian pencetakan penyakit keturunan selanjutnya menurut dr. Zaidul Akbar akan dimulai dari 9 bulan-5 tahun.

“Artinya, jika emosi- emosi tersebut terus-menerus dipelihara maka akan tercetak lah penyakit keturunan tersebut yang sejatinya penyakit tersebut bermula dari cetakan emosi ini abg pelatuk nya , yang nanti penyakit tersebut akan terbantu dengan mengkonsumsi makanan-makanan, minuman yang tidak sehat dan melemahkan organ tersebut hingga akhirnya terwujudlah menjadi penyakit fisik,” ujar dr. Zaidul Akbar.

Selanjutnya agar mudah dipahami, dr. Zaidul Akbar menerangkan jika penyakit keturunan misalnya penyakit jantung akan dipengaruhi oleh sifat kecurigaan, buruk sangka, tidak percaya, kebencian yang terus menerus dipelihara khususnya oleh ibu hamil hingga anak berusia 5 tahun.

Maka dari itu, dr. Zaidul Akbar menyarankan Ibu-ibu yang sedang mengandung untuk mengontrol hati dan perasaannya kepada agama.

Karena yang bisa mengobati penyakit- penyakit emosi tersebut adalah agama atau iman yang tertanam.***

Pos terkait

Google News