Perahu Dihantam Ombak, Dua Nelayan di Parigi Moutong Dilaporkan Hilang

  • Whatsapp
Ilustrasi. | Foto: pixabay
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Dua orang nelayan asal Desa Tilung, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dilaporkan hilang, akibat perahu yang digunakan melaut dihantam ombak.

Kedua nelayan yang diketahui bernama Burhan (50 thn) dan Zainudin (28 thn), dikabarkan hilang sejak Kamis 15 April 2021, saat tengah melaut di perairan Bolano Lambunu, Kecamatan Tomini.

Baca Juga

Basarnas Palu menerima laporan dari Muhammad Nasir, tentang adanya korban hilang pada Sabtu 17 April 2021.

Informasi dari pelapor menyebutkan, kronologis hilangnya kedua korban berawal saat empat orang berangkat memancing pada Kamis 17 April 2021, pukul 11.00 Wita.

Keempat orang tersebut menggunakan dua perahu, yang masing-masing perahu berisi dua orang.

Burhan (50 thn) dan Zainudin (28 thn) berada di satu perahu yang berjenis fiber berwarna putih. Sedangkan Senti (40 thn) dan Jufri (21 thn) menggunakan perahu berbahan kayu.

Saat posisi mereka berada di tengah laut tiba-tiba anging kencang dan perahu mereka dihantam ombak.

Sementara, jarak kedua perahu saat itu berada pada posisi agak berjauhan. Karena cuaca buruk, Senti dan Jufri tidak lagi melihat perahu yang ditumpangi kedua rekannya. Ia pun kemudian melakukan upaya pencarian namun tidak menemukan kedua korban.

Keesokan harinya, pada Jumat 16 April 2021 pukul 11.00 Wita, Senti dan Jufri memutuskan kembali ke darat di Desa Tilung untuk melaporkan hilangnya kedua rekannya kepada aparat desa setempat.

Merespon laporan tersebut, Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes langsung menggerakkan satu tim rescue dari Pos SAR Parigi ke lokasi kejadian.

“Satu tim rescue telah diberangkatkan subuh tadi dengan menggunakan D’Max rescue truck dan 1 unit rubber boat beserta peralatan pendukung lainnya,” terang Andrias dalam keterangnya, Sabtu 17 April 2021.

Selain itu, tim juga selalu dihimbau untuk tetap menerapkan protokol covid 19.

“Tim SAR gabungan akan melakukan penyisiran dan menyebarkan informasi kepada nelayan yang ditemui, bila ada yang melihat tanda-tanda keberadaan korban, agar melaporkan kepada pihak terkait yang saat ini sedang melakukan proses pencarian,” imbaunya. ***

Berita Terkait

Google News