Pilgub Sulteng 2020; Adu Gengsi dan Kekuatan Besar

  • Whatsapp
Pilkada Gubernur Sulteng 2020. [Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 301
    Shares

 

Oleh: Agus Manggona
Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng 9 Desember 2020, bakal menjadi babak baru pesta demokrasi di tengah kondisi New Normal dampak pandemi Covid-19. Pesta demokrasi electoral kali ini akan menjadi catatan sejarah baru.

Baca Juga

Pilkada 2020, tiket pemanasan bagi para elit parpol dan politisi di daerah untuk menuju pertarungan pesta demokrasi sesungguhnya tahun 2024 mendatang.

Jika dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng melahirkan tiga “petarung” handal, cerdas dan paripurna semisal Rusdi Mastura- Ma’mun Amir, Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala serta pasangan Anwar Hafid-Sigit Purnomo Said, maka dapat dipastikan kontestasi kali ini tidak hanya menjadi ajang jaring pengaman kepentingan politik di Pilpres 2024, tapi sebagai arena pertarungan tiga kekuatan besar serta pertaruhan gengsi dari tiga putra terbaik Sulteng, dalam memuluskan serta memenangkan jagoannya.

Siapa tiga kekuatan besar itu? Mungkin sebagian masyarakat, masih meraba-raba, namun penulis menilai tiga sosok tersebut adalah Longki Djanggola, Ahmad Ali serta Arus Abdul Karim. Ketiganya diketahui memiliki tim yang solid serta pendukung yang sangat militan dan tegak lurus.

Tak terbantahkan, jika ketiganya juga berasal dari gerbong Ormas yang sama. Namun di ajang Pilgub kali ini, pilihan politik mereka bakal berbeda, sebab sama-sama memiliki joki, sekalipun jagoan mereka ini, tidak lahir dari rahim politik yang sama.

Advertisements

Nah jika dinamika politik ini terjadi, maka Pilgub Sulteng 2020 akan menjadi arena rivalitas dan adu kuat antar para ‘Baron’ Politik di daerah ini.

Telenovela ini akan menjadi tontonan menarik, jika kemudian asumsi sebagian besar kalangan meleset. Mulai dari prediksi Head to Head, pertarungan politik Kuda Troya, hingga anggapan bahwa Pilgub Sulteng hanyalah model baru instrumen sirkulasi elit politik lokal.

Prediksi pertama, pasangan Anwar Hafid-Sigit Purnomo Said diusung koalisi Demokrat, PAN, PPP, Perindo dan Partai Golkar. Kemudian pasangan Rusdi Mastura-Ma’mun Amir diusung koalisi NasDem, PKS, PKB dan Hanura serta pasangan Hidayat-Bartho diusung koalisi Gerindra-PDI Perjuangan.

Tentunya, masyarakat selaku pemilik hak konstitusi akan melihat sejauhmana taktik dan strateginya meraih kemenangan, sebab ketiga pasangan ini, memiliki pengalaman, track record, integritas serta kapasitas dan popularitas.

Dari ragam analisa di atas, partai politik juga memiliki kepentingan membangun jaring pengamanan guna merebut hati masyarakat dalam Pilkada 2020 ini. Tujuannya agar, perolehan suara di Pemilu 2024 bisa sukses selaras dan paralel dengan Pilgub Sulteng.

Makanya sampai saat ini para elit parpol dan politisi harus cermat berhitung dalam menentukan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Hal ini terlihat jelas, dimana sejumlah partai politik masih menahan diri dan belum memutuskan pasangan calon yang akan diusung.

Langkah NasDem Sulteng yang diarsiteki Waketum DPP Partai NasDem Ahmad Ali, berkoalisi dengan PKS, PKB dan Hanura merupakan pilihan politik yang cerdik dan berkelas dalam konteks simbiosis mutualisme. Dengan koalisi ini, setidaknya baru empat partai ini yang pertama kali memberikan kepastian dukungan baik de facto/de jure kepada Rusdi Mastura-Ma’mun Amir.

Meski demikian Longki Djanggola selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng dan Arus Abdul Karim Ketua DPD Golkar Sulteng tentu tidak ingin “kebobolan” dalam momentum Pilgub Sulteng.

Hal ini berkaitan dengan prestise dan marwah partai. Keduanya juga diyakini akan mengusung kandidat yang benar-benar menjadi harapan dan keinginan masyarakat Sulteng melalui virus-virus kemenangan.

Dapat diyakini, Pilgub Sulteng mendatang tidak hanya menjadi adu kepiawaian antar “Baron” elit politik, namun juga ajang pertaruhan gengsi dan kehormatan para elit politik di daerah ini.

Bisa percaya bisa tidak. Olehnya itu, mari berpolitik dengan kening tak berkerut..!!!

(Penulis adalah wartawan JurnalNews.id)

 

[Setiap artikel Opini sepenuhnya tanggungjawab penulis]
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News