Pilgub Sulteng, Pertarungan para Mantan atau Head to Head?

Agus Manggona
Bagikan Artikel Ini
  • 131
    Shares

Oleh: Agus Manggona
Manuver politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulteng 2020, baik yang dilakukan figur secara individu maupun Parpol mulai terasa panas di penghujung tahun ini. Bahkan, perbincangan di warung kopi hingga akun media sosial kini mendadak membela dan mempromosikan jagoannya masing-masing.

Tentu saja dinamika seputar pemilihan Gubernur mendatang sangat menarik untuk dicermati. Apalagi Gubernur petahana, Longki Djanggola, sudah tidak bisa lagi mengikuti kontestasi Pilkada Sulteng, mengingat sudah menjabat dua periode. Sehingga medan pertarungan menuju Sulteng-1 semakin relatif dan terbuka.

Baca Juga

Beragam prediksi serta analisis politik bermunculan. Termasuk klaim mengklaim pasangan yang bagi sebagian kalangan semua itu belum final.

Penulis melihat, proses politik ini masih sangat dinamis, sehingga segala kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk kemungkinan pertarungan tiga kekuatan yakni Anwar Hafid (AH), Rusdi Mastura (RM) serta Hidayat Lamakarate (HL).

Ketiga tokoh terbaik Sulteng ini, akan beradu gagasan, program dan visi misi di satu arena pertarungan yang akan disaksikan oleh kurang lebih 2,8 jiwa penduduk Sulteng.

Kemungkinan lain, akan terjadi pertarungan head to head antara Ahmad H Ali (AA) dan Hidayat Lamakarate (HL). Sebab sampai saat ini, belum ada jaminan, jika AA tidak akan ikut bertarung di gelanggan Pilgub Sulteng 2020. Apalagi Rapimnas Partai NasDem baru akan dihelat pada 8 November 2019, sehingga kemungkinan AA akan mendapat tinta emas, Surya Paloh masih terbuka lebar.

Jika kemungkinan kedua terjadi, maka bisa diprediksi HL akan berpasangan dengan AH. Sebab hanya kedua pasangan ini, yang akan bisa mematahkan laju serta kekuatan AA.

Pasangan HL-AH diyakini akan bisa manyalip serta membongkar basis militansi AA, baik di Kabupaten Parigi Moutong lebih-lebih di wilayah Banggai Raya (Banggai, Bangkep dan Balut) dua wilayah pemilih terbesar di daerah ini.

Apalagi dalam sejarah politik lokal, AA selalu kalah “tarung” dengan mantan Bupati Morowali dua periode ini, sekalipun kedua tokoh berpengaruh ini sama-sama terpilih sebagai anggota DPR-RI pada Pileg 2019 lalu.

Akankah sejarah pertarungan Pilkada Morowali 2013 terulang kembali. Kita tunggu episodenya ?

Loading…

Namun jika tidak, besar kemungkinan akan terjadi pertarungan para mantan. Yakni mantan Bupati, mantan Walikota serta mantan Plt Bupati yang kini menjabat Sekdaprov Sulteng.

Dukungan Partai NasDem terhadap AA sangat signifikan dengan 7 kursi di Parlemnat, sehingga jalannya akan mulus dan tinggal mencari dukungan 2 kursi. AH sendiri baru mengantongi 4 kursi dan masih membutuhkan energi lain untuk mencukupi 9 kursi.

HL sendiri baru mendapat sinyal dari Partai Gerindra dengan 6 kursi. Namun apakah karpet merah itu akan dibentangkan oleh kader partai besutan Prabowo Subianto kepadanya? Kita tunggu goal politiknya.

Yang menarik, politisi melineal Sulteng yang saat ini sebagai Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said (SPS). Meski hanya memiliki dukungan 2 kursi, Wasekjen DPP PAN ini, diyakini akan menjadi rebutan bagi para calon Gubernur. Karena harus diakui Sigit tidak hanya memiliki investasi politik, namun popularitasnya masih yang tertinggi dari seluruh bakal calon.

Sementara Nurmawati Dewi Bantilan (NBD) masih harus bertarung merebut rekomendasi partai beringin atau partainya sendiri, meski saat ini terus membangun simpul serta kaki-kaki politik di seluruh Kabupaten/Kota d Sulteng.

Kemudian Rusdi Mastura, saat ini tengah melakukan gerilya dan safari politik. Rusdy Mastura akan menjadi rival terberat, sebab nama Bung Cudy sapaan akrab mantan Walikota ini telah membumi di seantero Sulteng.

Bung Cudy sendiri tidak hanya mengantongi investasi politik, namum magnet elektoral melalui Pileg 2019 lalu sangat signifikan. Belum lagi ditambah dengan pendukung militannya yang tegak lurus dan setia hingga akhir.

Nah, di posisi ini, akan kelihatan siapa sesungguhnya yang tidak hanya meraih dukungan suara dari masyarakat, namun restu Ketua Partai melalui rekomendasi dan dukungan partai akan terjawab.

Proses Pilgub ini masih 11 bulan lagi di helat, sehingga berbagai kemungkinan masih bisa akan terjadi. Yakin dan percaya, dari figur-figur yang telah bermunculan ini, semuanya memiliki kapasitas, integritas serta popularitas dan program untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Sulteng.

Semuanya akan berpulang kepada masyarakat selaku pemegang hak konstitusi.

Mari berkomitmen, dan wujudkan Pilgub Sulteng sebagai hajatan demokrasi untuk rakyat, bukan untuk berkuasa atas nama rakyat. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA