Polda Sulteng Amankan BBM Ilegal Asal Ambon di Perairan Bangkep

Tersangka perdagangan BBM ilegal jenis minyak tanah (baju putih), saat diamankan petugas Pol Airud di perairan Bangkep, Minggu (27/10/2019). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 75
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Jajaran Direktorat Kepolisian Air dan Udara Ditpol Airud) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil mengamankan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal, di perairan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), pada Minggu (27/10/2019).

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, S.IK dalam keterangannya di Palu, Kamis (31/10/2019) mengatakan, BBM jenis minyak tanah yang berhasil diamankan sebanyak 150 jerigen atau sekira 3.000 liter.

Baca Juga

“Penangkapan dilakukan saat Tim Patroli Perairan Ditpolair yang dipimpin Bripka Bahtiar, sedang melaksanakan patroli. Tim kemudian menangkap satu unit Kapal PLM Dunia Baru yang BBM bersubsidi, tanpa dilengkapi dokumen yang sah,” terang Didik.

Dari hasil pemeriksaan kata Didik, pemilik BBM tersebut yakni L (48) yang juga bekerja sebagai Nahkoda, merupakan warga Dusun Eli Besar, Desa IH Kecamatan Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Ambon.

“Tersangka mengakui bahwa minyak tanah tersebut dibeli dari Ambon dan akan dibawa ke wilayah Kabupaten Bangkep, Provinsi Sulteng,” jelasnya.

Bersama tersangka diamankan barang bukti berupa 1 unit Kapal PLM Dunia Baru bermesinkan 2 unit merk Jiandong, BBM jenis Minyak Tanah sebanyak 150 Jerigen /3.000 liter, SKK No urut = DL.236/1/II/ SY. ABN. 86 tgl 15 April 1986, Ps kecil No: AL.552.1/41/ DISHUBKOMINFO /IV/2019 tanggal 11 April 2019, Sertifikat No : SKK. 552.2 / 41 / DISHUBKOMINFO – 13 / 17 / 2019 Tanggal 11 April 2019 dan satu berkas Ijin Trayek Angkutan Laut No : IT. 552.2 / 41 / DISHUBKOMINFO – MT 13 / IV / 2019 tanggal 11 April 2019.

Loading…
Sebanyak 150 jerigen berisi BBM jenis minyak tanah yang diamankan patroli Polairud di Perairan Bangkep. [Ist]

“Tersangka akan dikenakan Pasal 53 huruf b dan/atau Pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” tegasnya.

Menurut Didik, penangkapan pelaku perdagangan BBM ilegal di perairan Bangkep ini dilakukan sebagai komitmen dan kinerja jajaran Ditpolair Polda Sulteng yang ditempatkan di wilayah Kabupaten Bangkep.

“Kepada masyarakat kami menghimbau untuk tidak segan-segan melapor jika mengetahui ada tindak pidana yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab di wilayah hukum Polda Sulteng yang sebagian besar dikelilingi Laut Indonesia,” tegasnya. [***]

Penulis; Sutrisno/*

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA