Polda Sulteng Sita Aset Rp10 Miliar Diduga Hasil Kejahatan Narkoba

  • Whatsapp
Kombes Polisi Aman Guntoro menunjukkan foto-foto aset pelaku yang diduga hasil penjualan narkoba di sejumlah lokasi, pada konfrensi pers di Mapolda Sulteng, Kamis 25 Februari 2021. | Foto: Humas Polda Sulteng
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Direktorat Reserse narkoba Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali berhasil mengungkap pelaku penyalahguna narkoba.

Kali ini keberhasilannya dalam menangkap sabu seberat 250 gram di Kelurahan Tavanjuka Kecamatan Tatanga Kota Palu pada Agustus 2020 lalu, mengungkap terjadinya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Baca Juga

Hal tersebut diungkapkan Direktur reserse narkoba Polda Sulteng Kombes Polisi Aman Guntoro, pada pelaksanaan Konferensi Pers di Polda Sulteng, Kamis 25 Februari 2021.

Guntoro kepada media mengungkapkan, penangkapan pada 6 Agustus 2020 lalu dari rumah N (26 th) di Tatanga Palu sebanyak 250 gram setidaknya menyeret nama DSN (46 th) warga BTN lasoani Indah blok F2 dan ABS (45 th) warga Karajalemba Kecamatan Sigi Biromaru.

“Tersangka N sempat buron dan berhasil ditangkap pada akhir Januari 2021 yang lalu. Dari keterangan N inilah bahwa sabu 250 gram diperoleh dari DSN dan ABS,” terang Guntoro.

Dirresnarkoba merinci, dari hasil penyidikan ABS terungkap aset miliaran rupiah yang diduga merupakan hasil kejahatan narkotika dan telah dilakukan penyitaan yaitu berupa 2 unit home stay di Palu, 1 unit rumah mewah di Citra Land Palu, 1 unit rumah dan 1 unit Gudang di Kabupaten Sigi.

“Kemudian, sebanyak 3 unit dump truck serta 3 unit kendaraan jenis APV, Honda Jazz dan Avansa dengan total kurang lebih Rp10 miliar,” tambahnya.

Terhadap tersangka N dan DSN dijerat dengan UU Narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun sampai hukuman mati dan denda maksimal Rp10 miliar.

“Untuk tersangka ABS selain dijerat UU narkotika penyidik melapis dengan UU TPPU dengan ancaman 20 tahun dan denda Rp10 miliar,” pungkas Kombes Polisi Aman Guntoro. ***

Pos terkait

Google News