Polda Sulteng Tangani Tiga Kasus Penyimpangan BLT

  • Whatsapp
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto.
Bagikan Artikel Ini
  • 656
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Di tengah masa pandemi Covid-19, masih ada oknum yang berupaya untuk memperkaya diri sendiri dengan melakukan penyimpangan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).

“Ada tiga kasus yang sedang ditangani penyidik Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan jajaran, terkait dugaan penyimpangan BLT kepada masyarakat terdampak Covid-19, yang anggarannya bersumber dari dana desa tahun 2020,” jelas Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (20/7/2020).

Baca Juga:

Didik menjelaskan, tiga kasus dimaksud pertama, terjadi di Desa Siniu Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dan ditangani penyidik Polres Parimo sejak 13 Mei 2020.

Didik menyebutkan, penanganan kasus ini sudah masuk tahap I atau penyerahan berkas perkara kepada Kejaksaan Negeri Parimo dengan tersangka inisial G yang juga Kades Siniu.

Advertisements

“Tersangka dijerat pasal 12 huruf e UU No 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi, dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” jelas Didik.

Kasus kedua, terjadi di Desa Ongka Persatuan Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parimo, yang terungkap berkat adanya laporan masyarakat pada 10 Juni 2020 dan masih dalam tahap penyelidikan dan perkembangan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 19 orang saksi.

Kemudian kasus ketiga, terjadi di Desa Jono Oge, Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala, yang bermula adanya laporan dari Lembaga Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (MAPJ) pada 10 Juni 2020.

Advertisements

“Saat ini perkaranya masih tahap penyelidikan dan penyidik setidaknya telah mengambil keterangan 25 orang saksi,” terang Didik

Didik juga menerangkan, kasus kedua dan ketiga ditangani langsung Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng, dimana untuk kedua kasus tersebut penyidik telah menindak lanjuti dengan melakukan koordinasi terhadap Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP) atau BPKP.

Kabidhumas mengatakab, Polda Sulteng akan menseriusi ketiga kasus tersebut hingga tuntas.

Polda Sulteng juga mengimbau agar pejabat atau pihak terkait yang mempunyai tanggungjawab penyaluran bansos, agar benar-benar melaksanakannya sesuai ketentuan.

Sebagai komitmen dalam upaya memberantas tidak pidana korupsi, Kepolisian akan meningkatkan pengawalan dan pengawasan. Kami juga berharap agar masyarakat dapat membantu pengawasan dan bila menemukan indikasi adanya penyimpangan segera dilaporkan, kami pastikan iformasi anda akan ditindak lanjuti,” tutup mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng ini. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News