Polda Sulteng Tangkap Empat Orang Angkut Material Tambang Emas Ilegal

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, SIK didampingi Kasubbidpenmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, memberikan keterangan press terkait penangkapan pembawa material tambang ilegal, di Lobi Wira Dharma Brata, Mapolda Sulteng, Rabu (15/01/2020) pagi. [Humas Polda]
Bagikan Artikel Ini
  • 104
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), mengamankan empat pelaku pengangkut material hasil tambang emas illegal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, SIK mengatakan, keempat orang tersebut ditangkap berdasarkan dari informasi masyarakat, bahwa ada kegiatan pengangkutan hasil tambang emas ilegal dari Dongi-dongi yang dibawa ke Palu.

Baca Juga

Keempat pelaku ditangkap secara terpisah. Pelaku R (34) dan T (37) alamat Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso ditangkap pada 7 Januari 2020, sekira 20.30 Wita.

“Pelaku R dan T ditangkap di Jalan Gunung Sari, Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu,” ujar Kabid Humas saat menggelar press release di Lobi Wira Dharma Brata Polda Sulteng, Rabu (15/1/2020).

“Kedua pelaku ditangkap bersama barang bukti berupa satu unit Mobil merk Toyota TS Warna Hitam dan 20 karung material pasir (Reff),” tambah Didik, yang didampingi Kasubbidpenmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari.

Sedangkan dua pelaku lainnya yakni YK (37) dan B (33) ditangkap di lokasi yang sama pada 8 Januari 2020, sekira Pukul 04.00 Wita.

Loading…

“Dari YK dan B yang beralamat di Desa Maranata, Kabupaten Sigi, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit Mobil Mega Carry warna Putih dan 17 karung yang berisi material pasir (Reff),” terang Didik Supranoto.

Didik menjelaskan, sejauh ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dan dua orang diperiksa sebagai ahli.

Sedangkan empat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini sudah ditahan di Rutan Polda Sulteng.

“Penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengetahui ada tidaknya tersangka baru,” katanya.

Keempat pelaku akan dijerat dengan Pasal 158 dan 161 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan minerba dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

“Polda Sulteng Sulteng dan jajaran akan konsisten untuk melakukan penegakkan hukum terhadap para pelaku pertambangan tanpa izin atau PETI, termasuk apabila ada oknum yang terlibat, akan ditindak dengan tegas. Terlebih apabila pertambangan itu menyebabkan terjadinya banjir atau tanah longsor di Sulteng,” tegasnya. [***]

Penulis; Sutrisno/*

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA