Polda Sulteng Tangkap Kosmetik Ilegal Dijual Melalui Medsos di Lasoani dan Duyu

  • Whatsapp
Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal, memperlihatkan salah satu jenis kosmetik tak memiliki izin edar yang dijual pelaku melalui akun Medsos, saat juma pers di Mapolda Sulteng, Selasa (28/7/2020). [Humas Polda Sulteng]
Bagikan Artikel Ini
  • 761
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mengantisipasi dampak buruk bagi kesehatan yang ditimbulkan akibat kosmetik yang tak memiliki izin edar (Ilegal). Hal itu dilakukan sebelum timbulnya korban bagi pengguna farmasi jenis kosmetik tak berizin yang dijual melalui media sossial (Medsos).

Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut Tim Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk melakukan penyelidikan dan menagamankan dua orang yang diketahui memiliki persediaan kosmetika tak berizin siap edar.

Baca Juga

Kedua pelaku yakni AR (33) diamankan di rumahnya yang beralamat di Kelurahan Lasoani Kecamatan Mantikolore dan YN (29) yang beralamat di Kelurahan Duyu Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

“Kedua pelaku diketahui melakukan jual beli kosmetika yang belum memiliki izin edar,” terang Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulteng, Selasa (28/7/2020).

Advertisements

Syafril mengatakan, sebelum menetapkan tersangka, kosmetik yang dijual kedua pelaku dilakukan pengecekan melalui Balai Penelitian Obat dan Makanan (POM) Kota Palu.

“Dari pelaku AR disita sebanyak 9 jenis kosmetika berbagai merk dengan jumlah keseluruhan 1.105 pcs. Sedangkan dari pelaku YN disita sebanyak 6 jenis kosmetika berbagai merk dengan jumlah keseluruhan 1.079 pcs,” jelas Syafril, yang didampingi Kabidhumas Polda Sulteng, Dirreskrimsus Polda Sulteng dan Dirreskrimum Polda Sulteng.

Advertisements

Kapolda menuturkan, modus penjualan yang dilakukan kedua pelaku yakni dengan menawarkan barangnya melalui akun media sosialnya. Setelah ada pelanggan yang berminat, pelaku kemudian memberikan nomor WhatsApp sampai terjadi kesepakatan pelanggan dengan pelaku. Pelanggan kemudian akan mendatangi rumah pelaku untuk melakukan transaksi.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 1,5 Milyar; serta Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a), huruf (g) dan huruf (i) UU RI Nomor 08 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar,” tutup mantan Wadir Tipikor Bareskrim Polri ini.

Berikut rincian jenis kosmetika yang belum memiliki izin edar yang berhasil diamankan sebagai barang bukti:

1. lulur Merk Susu Putih, bentuk wadah bundar;
2. Tretinoen Hydroquinone Beeautilink 1 (satu) pak isi 12 buah
3. Zam-zam Whitening Cream;
4. Baking Soda Toothpaste (Pasta Gigi);
5. Merk NRL, 1 (satu) Paket isi 4 (empat) buah cream;
6. Hendbody Merk Dosting
7. Merk Sp Spesial Uy.Whitening, 1 (satu) dus isi 12 (dua belas) picis;
8. Collagen Plus Vit E, 1 (satu) dus isi 12 (dua Belasa) picis;
9. Cairan warna kuning (sabun pepaya);
10. Cream Super Special (SP) Thailand;
11. Toner Pelicin Extra Lemon;
12. Shoting Gel Aloe Vera 99%;
13. Coloured Soft Cosmetic Art. No 8181 Soft Coloured.

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News