Polisi Amankan 6 Pelaku Rapid Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

  • Whatsapp
Dirkrimsus Polda Sumut mengeledah ruang petugas Kimia Farma Labolatorium rapid test antigen Lantai M Bandara Kualanamu. | Foto: Humas Poldasu
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara telah mengamankan enam orang pelaku yang merupakan petugas rapid test antigen di ruang layanan antigen lantai Mezzanine, Bandara Kualanamu International, Deliserdang.

Tak hanya mengamankan para pelaku, polisi juga turut menyita ratusan alat rapid test antigen yang akan dicek sebagai sampel, untuk mengetahui apakah sudah pernah digunakan sebelumnya.

Baca Juga

“Personil telah mengamankan enam orang petugas yang memang melakukan pemeriksaan rapid test di lokasi kejadian. Mereka semua diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu 28 April 2021.

“Sementara untuk barang buktinya itu alat rapid test antigen. Ini memang ada dugaan yang mengarah kalau memang alat rapid test antigennya bekas, tapi masih didalami penyidik,” sambungnya.

Lebih lanjut, saat ini tim penyidik terus menyelidiki kasus alat rapid tes antigen bekas ini. Sementara, untuk seluruh petugas yang diamankan disebut telah melanggar Undang-Undang Kesehatan.

“Dugaannya ini melanggar Undang-Undang Kesehatan. Untuk lebih jelasnya nanti akan dirilis ya, penyidik juga masih mencari keterangan dari petugas yang diamankan dan juga para saksi yang sempat antigen di sana,” tutupnya.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Prof. Zubairi Djoerban menyayangkan tindakan pengambilan sampel tes Covid-19 dengan alat rapid test antigen bekas, di Bandara Kualanamu.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Rabu, 28 April 2021, Jubir PB IDI ini mengatakan apa yang dilakukan oleh oknum petugas Kimia Farma tersebut merupakan hal yang mengagetkan.

Pasalnya, mereka diduga mengambil sampel dengan alat tes Covid-19 bekas, yang dicuci dan digunakan ulang.

“Mengagetkan, apa yang dilakukan oknum petugas Kimia Farma. Mereka diduga mengambil sampel dengan alat bekas yang dicuci. Tega sekali,” kicau Zubairi Djoerban, di akun Twitter @ProfesorZubairi.

Dia mengatakan bahwa tindakan oknum tersebut justru akan memberikan rasa aman yang salah, jika hasil tes Covid-19 tersebut negatif.

“Hal itu kan memberi rasa aman yang salah jika hasilnya negatif,” kicau Zubairi Djoerban.

Dia pun menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran berat, terutama dikerjakan oleh tenaga kesehatan.

“Ini pelanggaran yang amat berat. Apalagi itu dikerjakan oleh tenaga kesehatan,” kicau Zubairi Djoerban.

Sebelumnya, oknum petugas layanan uji cepat Kimia Farma Diagnostika Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, diduga melakukan tindakan penggunaan kembali alat rapid test antigen.

Saat ini, tindakan penggunaan kembali alat rapid test antigen tersebut pun tengah diusut oleh aparat penegak hukum.

Pengusutan itu juga mendapatkan dukungan penuh dari PT Kimia Farma Diagnostik, karena dinilai sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan prosedur baku pelaksanaan (SOP) perusahaan.

Jika oknum-oknum tersebut terbukti bersalah, PT Kimia Farma Diagnostik akan memberikan tindakan tegas dan sanksi yang berat, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sampai saat ini, tim penyidik Polda Sumatra Utara pun masih meminta keterangan sejumlah orang yang ditangkap pada saat penggerebekan pada Selasa, 27 April 2021 tersebut.***

Berita Terkait

Google News