Polisi Ringkus Spesialis Jambret HP di Palu, Sigi dan Parigi Moutong

  • Whatsapp
Dirreskrimum Kombes Pol. Novia Jaya didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng dan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sulteng, memberikan keterangan pers terkait penangkapan spesialis jambret HP, di Mapolda Sulteng, Kamis (9/7/2020). [Humas Polda]
Bagikan Artikel Ini
  • 85
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil mengungkap pelaku specialis perampasan (jambret) Hand Phone (HP) yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Parigi Moutong.

Hal tersebut diungkapkan Direktur reserse kriminal umum (Dirreskrimum) Polda Sulteng Kombes Pol. Novia Jaya, SH, M.Si kepada sejumlah wartawan dalam konferensi pers di Mapolda Sulteng, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga

Didampingi Kasubbid penmas Bidhumas Polda Sulteng dan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sulteng, Novia Jaya menjelaskan, dua pelaku inisial AD (18 th) yang beralamat di BTN Kabonena Palu dan MAH (18 th) di BTN Baliase Marawola Kabupaten Sigi adalah pelaku spesialis perampasan handphone.

“Korbannya rata-rata wanita yang sedang berkendara sepeda motor, saat melintasi jalan-jalan yang sunyi,” kata Novia Jaya.

Advertisements

Berdasarkan pengakuan pelaku, ada 33 tempat kejadian perkara (TKP) perampasan atau jambret HP yang dilakukan, tidak hanya di wilayah Kota Palu.

“Palaku juga merambah ke wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong,” tambahnya.

Pelaku ditangkap tim jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng pada 21 dan 25 Juni 2020 terkait dengan kasus perampasan HP di Jalan Durian Palu yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2020.

“Dari sinilah terungkap 33 TKP lainnya,” ungkap Novia Jaya

Pelaku menjual HP hasil rampasannya kepada yang membutuhkan. Baik kepada perorangan maupun yang dijual ke Counter jual beli HP bekas.

Harganya bervariasi antara Rp500 ribu sampai dengan Rp1 juta tergantung kondisi HP.

Advertisements

“Tim penyidik telah berupaya mengumpulkan barang bukti hasil rampasan. Sampai saat ini, baru terkumpul 22 buah HP,” terangnya.

Modus pelaku sebelum beraksi melakukan survey di jalan-jalan yang sunyi. Saat melihat ada sasaran langsung dibuntuti menggunakan sepeda motor, kemudian dipepet dan langsung dirampas, baik tas atau HP korban saat digunakan dan pelaku kemudian melarikan diri.

Ada juga ada modus yang dibuntuti, dipepet kemudian ditendanga korban hingga jatuh, selanjutnya tasnya dirampas.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 365 ayat (2) KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun,” sebut Novia.

Novia Jaya juga mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati membeli HP bekas terlebih pemilik counter jual beli HP bekas.

“Krena bisa jadi mereka juga akan kita jerat dengan pasal pertolongan jahat atau penadahan,” tutupnya.

Sementara itu, Bidhumas Polda Sulteng juga merilis kasus curanmor yang berhasil diungkap Ditreskrimum Polda Sulteng selama bulan Juni 2020.

Dua kasus curanmor tersebut yakni yang terjadi di Jalan Tanjung Satu, Kota Palu dengan tersangka DK, RWM dan R.

Kemudian kasus Curanmor di Jalan Miangas Palu dengan tersangka M dan AK. [***]

Advertisements

Editor: Agus Manggona/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News