Polisi Tangkap Dua Pelaku Curas Terhadap Ojol di Kota Palu

  • Whatsapp
Barang bukti berupa sajam jenis badik yang digunakan pelaku untuk mengancam Ojol dan Hanphone yang dirampas dari korbannya, yang diamankan Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng, Minggu (12/7/2020). [Humas Polda Sulteng]
Bagikan Artikel Ini
  • 32
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Aparat kepolisian berhasil meringkus dua orang pelaku pencurian kekerasan (Curas) yang mengincar jasa transportasi online atau yang dikenal ojek online (Ojol), di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pelaku diringkus berkat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulteng, pada Minggu (12/7/2020), karena pelaku melakukan aksi curas terhadap korbannya di Jalan Lembu, Kota Palu, pada Rabu (8/7/2020).

Baca Juga

Polda Sulteng yang menerima laporan segera bergerak dan mendalami informasi disekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, kurang dari 24 jam diringkus dua orang pemuda inisial RM (34) dan MR (17), keduanya warga jalan Lembu Towua Kota Palu.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK melalui keterangan tertulis membenarkan penangkapan dua pelaku curas tersebut.

Advertisements

“Dua orang pelaku curas berinisial RM dan MR Pelaku ditangkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng, pada Minggu (13/7/2020),” ternag Kabidhumas dalam keterangannya, Senin (13/7/2020).

Advertisements

“Keduanya ditangkap tanpa perlawanan berserta barang bukti satu unit sepeda motor scopy, dua unit handphone (hp) dan dua bilah sajam berupa badik,” tambahnya.

Didik menyebutkan, kejahatab yang dilakukan kedua pelaku merupakan modus baru curas, dengan sasaran ojek online (ojol) di Kota Palu.

“Awalnya, korban menerima pesanan dari pelanggan (pelaku), namun sampai alamat tujuan, korban (Ojol) ditodong dengan senjata tajam dan dirampas hp-nya, sehingga korban ketakutan dan melarikan diri meninggalkan sepeda motornya,” jelas Didik.

“Kedua pelaku akan dijerat Pasal 365 ayat (2) KUHP, subsider Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tutup Didik. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News