Polisi Tegaskan Tidak Ada Pembakaran Gereja di Sigi, Begini Kronologisnya

  • Whatsapp
Kapolda Sulteng Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso. [Foto; Humas Polda]
Bagikan Artikel Ini
  • 706
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Sebanyak empat orang tewas akibat peristiwa pembunuhan sadis yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Jumat (27/11/2020) kemarin.

Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso membenarkan adanya peristiwa pembunuhan seperti yang beredar di media sosial Facebook. Namun, dia menegaskan tidak ada gereja yang dibakar dalam peristiwa itu.

Lihat Juga

“Iya benar ada laporan kejadian beredar di Facebook. Cuma perlu diluruskan, bahwa di antara yang dibakar tidak ada gereja,” kata Irjen Rakhman Baso, yang dikutip detikcom, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Rakman Baso, yang menjadi objek pembakaran oleh sekelompok orang tak dikenal hanyalah rumah yang biasa dijadikan tempat pelayanan umat. Dia kembali menegaskan bahwa yang dibakar bukan bangunan gereja.

Terpisah, Kapolres Sigi AKBP. Yoga Priyahutama, SH.SIK membenarkan adanya pembunuhan secara sadis. Selain menewaskan empat orang, sebanyak tiga rumah warga juga dibakar.

“Benar ada 4 orang yang meninggal dan 3 rumah warga yang dibakar dalam kejadian tersebut,” ujar AKBP Yoga Priyahutama, SH.SIK, Sabtu (28/11/2020).

Dikutip dari SultengNews, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama menuturkan, pelaku pembunuhan terhadap keempat orang tersebut merupakan Orang Tak Dikenal (OTK).

Menurut Kapolres, kronologisnya, OTK itu datang ke rumah warga untuk meminta makanan. Namun karena tidak diberi makanan, kemudian mereka marah lalu membunuh empat warga itu.

“Mereka OTK, karena korban tidak kenal dengan pelaku itu. Mereka datang meminta minta bahan makanan, tapi karena tidak dikasih lalu mereka melakukan hal seperti itu (membunuh-red),” tutur Kapolres Sigi.

Kapolres juga menegaskan, bahwa informasi yang beredar di media sosial ada gereja yang dibakar itu tidak benar. “Tidak benar ada pembakaran Gereja di Lamba Tongoa,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan, sebenarnya yang dibakar itu rumah warga yang dijadikan tempat ibadah, sebab di lokasi kejadian tidak ditemukan sama sekali Gereja.

“Tidak ada gereja yang dibakar, karena di lokasi tersebut tidak ada Gereja, namun hanya rumah milik seseorang dijadikan tempat ibadah bagi warga sekitar situ karena disitu tidak ada Gereja,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Kapolres Sigi, atas permintaan pihak keluarga keempat jenazah tersebut langsung dimakamkan di di lokasi tersebut.

“Sesuai permintaan keluarga, keempat korban dikebumikan di tempat,” ucap Kapolres Sigi.

Sampai berita ini dilansir, aparat gabungan masih terus melakukan pendalaman. [***]

Berita Terkait

Google News