Polisi Tetapkan Yahya Waloni Tersangka, Dijerat UU ITE dan Pasal Penodaan Agama

  • Whatsapp
Yahya Waloni diduga melakukan penistaan agama melalui materi ceramah yang diunggah melalui akun YouTube Tri Datu. | Foto: PMJ News
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Bareskrim Polri telah menangkap penceramah Yahya Waloni atas dugaan penodaan agama melalui materi ceramah yang diunggah melalui akun YouTube Tri Datu.

“Telah melakukan penangkapan terhadap saudara MYW pada tanggal 26 agustus 2021, sekitar pukul 17.00 WIB. Penangkapan dilakukan di perumahan Permata, Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers virtual, Jumat 27 Agustus 2021.

Baca Juga

Penangkapan ini juga dilakukan atas perkembangan dari laporan yang menjeratnya pada bulan April lalu dengan nomor LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM tanggal 27 April 2021.

“Terkait dengan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA dan juga penodaan terhadap agama tertentu, melalui ceramah yang diunggah pada video di akun youtube Tri Datu,” imbuhnya.

Rusdi melanjutkan, saat ini Yahya Waloni masih dalam proses pemeriksaan oleh tim penyidik Bareskrim Polri. Penyidik pun telah menetapkan status tersangka bagi Yahya Waloni. Atas tindakannya, dia terancam pasal berlapis.

“Yang bersangkutan, masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik,” ucapnya.

“Dari UU ITE Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2, dimana dalam pasal tersebut diatur dengan sengaja dan tidak sah menyebarkan informasi akan menyebabkan permusuhan, kebencian berdasarkan SARA. Dan juga disangkakan Pasal 156 huruf a KUHPidana, itu melakukan penodaan terhadap agama tertentu,” tukasnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri dalam keterangan persnya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak gaduh menanggapi kasus penistaan agama tersebut.

Masyarakat diminta menyerahkan seluruh kepercayaannya kepada Polri untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Pada kesempatan ini, Polri mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak gaduh, dan percayakan kepada kami, percayakan kepada Polri untuk dapat menuntaskan kasus ini secara transparan, profesional, dan akuntabel sesuai dengan perundang-undangan yang ada,” ujar Rusdi.

Lebih lanjut, Rusdi menyebut Yahya Waloni sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh tim penyidik.

“Bila ada perkembangan, nanti akan disampaikan ke publik,” terangnya. ***

Berita Terkait

Google News